Laporan: Tambah Santoso
JEPARA, HARIAN7.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara terus memacu kualitas sumber daya manusia demi menyambut generasi emas. Komitmen ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan pendidikan program Kartu Sarjana Jepara (KSJ) secara simbolis kepada 830 mahasiswa di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Selasa (1/9/2026).
Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit). Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Sekretaris Daerah Ary Bachtiar, Ketua BAZNAS Jepara M. Nasrullah Huda, Pimpinan Bank Jateng Cabang Jepara Nanang Wahyudi, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Mas Wiwit menjelaskan bahwa 830 mahasiswa penerima KSJ merupakan akumulasi penerima bantuan sejak periode 2025 hingga 2026 yang menempuh pendidikan di 103 perguruan tinggi. Bantuan ini terbagi ke dalam tiga jalur program: Diperuntukkan bagi mahasiswa dengan rekam jejak akademik/non-akademik unggul. Lalu ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan apresiasi khusus bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an.
“Nanti mahasiswa ini akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp1,5 juta per semester, jadi dalam satu tahun mendapat Rp3 juta untuk operasional Uang Kuliah Tunggal (UKT),” ujar Mas Wiwit.
Selain KSJ, Pemkab Jepara juga menyerahkan Kartu Santri Jepara kepada 21 santri untuk melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi. Berbeda dengan KSJ yang bersumber dari APBD, program Kartu Santri dibiayai melalui dana BAZNAS sehingga penerimanya wajib memenuhi kriteria delapan golongan asnaf.
Mas Wiwit menegaskan pentingnya perluasan akses perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Guna mengoptimalkan daya jangkau program, Pemkab Jepara juga membuka peluang sinergi dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami ingin memberikan akses luas bagi pendidikan tinggi di Jepara. Kami juga berpesan kepada para mahasiswa penerima bantuan untuk belajar sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, dan kelak kembali untuk mengabdi membangun daerah,” pungkasnya.
Ungkapan rasa syukur turut disampaikan oleh Amalia Firdaus, mahasiswi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara asal Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang. Sebagai penerima KSJ jalur prasejahtera, ia merasa sangat terbantu dalam meringankan beban biaya kuliahnya.
“Terima kasih Pak Bupati, ini sangat membantu saya meraih pendidikan tinggi untuk menggapai cita-cita. Semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak anak muda Jepara yang mendapat kesempatan berkuliah,” tutur Amalia.









Tinggalkan Balasan