Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG, HARIAN7.COM – Peletakan batu pertama pembangunan pendopo Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), bukan sekadar seremoni pembangunan fisik.
Bangunan tersebut disiapkan menjadi ruang baru bagi warga untuk mengembangkan usaha, khususnya pelaku UMKM, Karang Taruna, dan pemuda Desa Lopait.
Pembangunan pendopo ini merupakan bagian dari pemanfaatan dana yang diterima Desa Lopait bersama BUMDes Karya Mandiri setelah berhasil masuk 15 besar nasional dalam ajang BRILiaN Batch 3.
BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dan BUMDes.
Direktur BUMDes Karya Mandiri Lopait, Yamsih, mengatakan dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun pendopo, sejumlah saung, serta area yang nantinya menjadi pusat kegiatan UMKM warga.
“Kita akan membangun sebuah pendopo yang nanti akan dilengkapi beberapa saung. Di belakang pendopo akan dibangun tempat sebagai sarana UMKM yang ada di sini untuk berjualan. Sedang di depan pendopo akan menjadi area publik yang bisa digunakan untuk aktivitas warga,” kata Yamsih saat peletakan batu pertama pembangunan pendopo, Rabu.
Menurut Yamsih, lokasi pendopo memiliki daya tarik tersendiri karena menyuguhkan pemandangan Rawa Pening, persawahan, Gunung Gajah, hingga Gunung Telomoyo.
Ke depan, kawasan tersebut ditargetkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga, tetapi juga pusat UMKM, pentas seni, hingga lokasi berbagai pelatihan masyarakat.
Kepala Desa Lopait Budiyono mengatakan, salah satu sasaran utama pengembangan kawasan tersebut adalah memberikan ruang usaha bagi pemuda dan Karang Taruna.
“Terutama biar anak muda di Lopait memiliki kegiatan yang positif. Biar Karang Taruna dan pemuda punya usaha, hasilnya untuk mereka. Pihak desa hanya mendukung saja,” ujar Budiyono.
Ia berharap keberadaan pusat UMKM tersebut dapat membuka aktivitas ekonomi baru bagi pemuda desa.
Selain menjadi ruang usaha, lokasi itu juga akan dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis pemandangan alam.
Dengan panorama Rawa Pening dan kawasan pegunungan, tempat tersebut diharapkan bisa menjadi tujuan warga maupun masyarakat dari luar Desa Lopait untuk bersantai sekaligus menikmati suasana pedesaan.
Sementara itu, Kepala Cabang BRI Salatiga, Matthew Spenser, mengatakan Desa Lopait memiliki potensi dan sumber daya yang menjadi salah satu alasan desa tersebut mampu meraih posisi 15 besar nasional dalam BRILiaN Batch 3.
Menurut dia, salah satu potensi yang menonjol adalah usaha jamu gendong yang banyak dikembangkan masyarakat setempat.
“Keunggulan dari desa ini adalah jamu gendongnya. Banyak pengusaha jamu gendong di sini. Makanya kami sangat mendukung pembangunan pendopo ini. Karena bisa digunakan sebagai tempat berkumpul warga, baik warga lokal maupun dari luar desa,” kata Matthew.
Ia berharap pendopo tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat produksi sekaligus pemasaran produk jamu gendong sehingga semakin dikenal masyarakat luas.
“BRI selalu support apapun untuk kemajuan desa. Semoga ke depannya bisa lebih maju serta mendukung peningkatan ekonomi desa sehingga bisa menjadi desa yang BRILiaN,” pungkasnya.(*)









Tinggalkan Balasan