SEMARANG | HARIAN7.COM – KAI menghadirkan nuansa sejarah dalam perjalanan KA Argo Merbabu, melalui penggunaan vintage livery bernuansa hijau-kuning. Livery tersebut terinspirasi dari tampilan kereta api pada masa Djawatan Kereta Api (DKA).

Penggunaan livery bernuansa lawas itu, menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang diperingati pada 28 September.

Kepala Daop 4 Semarang, Muhamad Arie Fathurrochman mengatakan penggunaan livery vintage tersebut bukan sekadar perubahan tampilan kereta, tetapi juga menjadi pengingat perjalanan panjang perkeretaapian di Indonesia. Hal itu dikatakan saat ditemui di Stasiun Semarang Tawang, Senin (28/9).

“Ini dimaksudkan sebagai tanda, sebagai pengingat bahwa livery hijau-kuning ini adalah livery yang paling lama digunakan di kereta api,” ujarnya, kepada wartawan, di Stasiun Tawang Semarang, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, Ini juga mengingatkan terutama juga buat masyarakat bahwa kereta api ini akan terus bergerak sepanjang masa untuk melayani masyarakat Indonesia dan penerapan livery vintage hanya dilakukan pada KA Argo Merbabu.

“Kehadiran rangkaian tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 KAI, termasuk perjalanan heritage joy ride dari Semarang menuju Kedungjati,” jelasnya.

Arie menuturkan, Meski tampilan eksteriornya mengusung nuansa klasik, tidak terdapat perubahan pada bagian interior kereta. KA Argo Merbabu tetap menggunakan interior yang selama ini menjadi bagian dari layanan kereta tersebut.

“Interiornya tidak ada perubahan. Jadi ini memang interior yang biasa digunakan untuk KA Merbabu. KA Merbabu tetap KA Merbabu, hanya saja livery-nya kita ubah menjadi vintage,” jelasnya.

Arie menambahkan, Satu rangkaian KA Argo Merbabu dengan livery vintage terdiri atas sembilan kereta eksekutif New Image, satu kereta makan New Image hasil modifikasi Balai Yasa Tegal, serta satu kereta pembangkit.

“Rangkaian tersebut memiliki kapasitas 450 tempat duduk. KA Argo Merbabu melayani perjalanan relasi Semarang Tawang-Gambir pulang pergi. Nuansa yang dihadirkan pada KA Argo Merbabu juga memiliki keterkaitan dengan sejarah panjang kereta api di Indonesia dan salah satu kereta yang menjadi inspirasi adalah seri ABL-9000 yang mulai digunakan DKA pada 1 Oktober 1954,” ucapnya.