Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN | HARIAN7.COM – Menjalani masa pembinaan di balik tembok Lapas bukan berarti warga binaan harus berhenti belajar. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, kesempatan memperoleh pendidikan tetap berjalan melalui program Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Program yang digelar Senin (28/9/2026) itu diikuti warga binaan yang tengah menempuh pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C. Selain melanjutkan pendidikan formal, mereka juga mendapatkan tambahan pengetahuan yang diharapkan berguna setelah kembali ke masyarakat.

Kali ini, materi yang diberikan antara lain ekonomi dan Bahasa Inggris.

Pembelajaran ekonomi diarahkan pada pemahaman mengenai konsep serta kegiatan ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan bisa menjadi bekal warga binaan untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

Sementara Bahasa Inggris diberikan untuk memperkuat kemampuan dasar, mulai dari penguasaan kosakata hingga komunikasi sederhana.

Materi tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga binaan yang sedang mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat, tambahan pengetahuan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Warga binaan mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, hingga mengerjakan latihan yang diberikan tenaga pendidik.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan warga binaan.

“Pembinaan tidak hanya berorientasi pada kehidupan warga binaan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, melalui pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C, warga binaan tetap mendapatkan kesempatan untuk memenuhi hak pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan diri.

Program SKB juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan proses reintegrasi sosial. Harapannya, ketika masa pembinaan berakhir, warga binaan tidak hanya membawa pengalaman selama berada di Lapas, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

Lapas Purwodadi pun terus mendorong pembinaan di bidang pendidikan agar warga binaan memiliki bekal akademik, keterampilan, serta kepercayaan diri untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.