Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN | HARIAN7.COM – Bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, penanaman benih bayam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan agar memiliki keterampilan baru saat kembali ke masyarakat.

Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan dilibatkan langsung mulai dari menyiapkan lahan hingga menanam benih bayam. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis di bidang pertanian sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.

Di tengah keterbatasan ruang gerak selama menjalani masa pidana, warga binaan tetap diberi ruang untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan. Bercocok tanam dipilih sebagai salah satu kegiatan produktif yang memiliki manfaat jangka panjang.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan, pembinaan melalui sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Kami terus mendorong warga binaan untuk mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang produktif. Penanaman benih bayam ini tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman yang bermanfaat, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Erik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Purwodadi dalam memperkuat program pembinaan yang berkelanjutan. Warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani pembinaan selama berada di dalam lapas, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah bebas.

Melalui program pertanian sederhana seperti budidaya bayam, Lapas Purwodadi berupaya menghadirkan pembinaan yang memiliki dampak nyata, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana berakhir.(*)