JAKARTA | HARIAN7.COM – Dunia hiburan kembali dibuat ramai. Ruben Onsu kini harus menghadapi babak baru setelah Polres Metro Jakarta Selatan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan.
Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menggelar perkara beberapa hari lalu. Hasilnya, peserta gelar perkara sepakat mengubah status Ruben, yang disebut dengan inisial RSO, dari terlapor menjadi tersangka.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, surat penetapan tersangka juga telah dibuat.
Kasus ini bermula dari laporan polisi bernomor LP310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan tertanggal 22 Agustus 2025. Laporan tersebut dibuat seseorang berinisial P, dengan korban berinisial DM.
Dalam laporan itu, Ruben disebut menawarkan investasi kepada korban. Iming-iming keuntungan membuat korban tertarik hingga akhirnya menyerahkan sejumlah modal berdasarkan kesepakatan.
Namun, cerita investasi tersebut ternyata tidak berjalan mulus.
Ketika waktu yang dijanjikan tiba, keuntungan yang disebut dalam kesepakatan tak kunjung diterima. Bukan cuma keuntungan, modal korban juga disebut belum dikembalikan.
Situasi itu akhirnya berujung laporan polisi.
Kini, Ruben dijadwalkan akan dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Polisi memperkirakan pemeriksaan tersebut diagendakan pekan depan.
Menariknya, kabar penetapan tersangka ini ternyata belum diketahui kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang.
Minola mengaku sedang berada di Surabaya dan meminta wartawan menghubungi Ruben secara langsung.
Belum diketahui apakah Minola juga akan mendampingi Ruben dalam perkara dugaan penipuan dan atau penggelapan ini. Selama ini, Minola dikenal sebagai pengacara Ruben dalam perkara yang berkaitan dengan mantan istrinya, Sarwendah.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Ruben Onsu mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka.
Drama investasi pun memasuki babak baru. Tinggal menunggu pemeriksaan polisi, sementara publik tentu menunggu satu hal: apa sebenarnya yang terjadi di balik kesepakatan investasi tersebut?









Tinggalkan Balasan