Laporan: Tambah Santoso
JEPARA | HARIAN7.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara terus menggencarkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan kelangkaan air bersih selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan sumur bor, jaringan pipanisasi, hingga pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara menyeluruh sesuai arahan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo.
Hal itu disampaikan Arwin saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Jepara, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, penanganan kekeringan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dengan menetapkan sejumlah wilayah sebagai skala prioritas. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan sumur serta jaringan air bersih.
“Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Jepara melalui APBD dengan sejumlah CSR perusahaan, seperti Bank Jateng, BKK, dan PT Telkom Indonesia,” ujar Arwin.
Ia menjelaskan, salah satu dukungan CSR tahun ini berasal dari Bank Jateng yang akan disalurkan di lima desa, yakni Desa Clering, Cepogo, Banjaran, Kepuk, dan Tunahan.
Program tersebut diperkirakan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 1.760 kepala keluarga (KK).
Selain dukungan CSR, Pemkab Jepara melalui APBD 2026 juga telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp1 miliar untuk pembangunan sumur dan jaringan air bersih.
Anggaran tersebut diperkuat dengan dukungan CSR Bank Jateng sebesar Rp300 juta yang diperuntukkan bagi pembangunan jaringan air bersih.
“Kita harapkan di 2027 nanti sudah tidak ada lagi lokasi-lokasi kekeringan, termasuk di Karimunjawa,” kata Arwin.
Sementara itu, sebagai langkah penanganan jangka pendek, BPBD Kabupaten Jepara masih melakukan pendistribusian air bersih menggunakan truk tangki ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
Sejak Juli 2026, sebanyak 54 truk tangki telah dikerahkan untuk menyalurkan sekitar 216 ribu liter air bersih ke tiga desa, yakni Kedungmalang, Tunahan, dan Sumberrejo.
Arwin menegaskan, pendistribusian air bersih tersebut merupakan langkah sementara hingga persoalan utama di masing-masing wilayah dapat ditangani.
Di Desa Kedungmalang, misalnya, Perumda Air Minum atau PDAM tengah melakukan perbaikan terhadap kebocoran pipa dan pompa. Menurut Arwin, kondisi pelayanan air bersih di wilayah tersebut kini berangsur membaik.
“Jadi, mari berkolaborasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha agar masalah kekeringan ini dapat teratasi secara paripurna,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan