Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Memasuki pekan ketiga, Satgas TMMD juga gencar melakukan pendekatan dan pendampingan terhadap sektor usaha kecil milik masyarakat setempat.Salah satu cerita inspiratif datang dari usaha pembuatan keripik cakar ayam milik Parjo di Dusun Cukil.
Di tempat usaha ini, Satgas TMMD menemui Mbah Muji, seorang wanita lansia yang menjadi karyawan pertama sejak usaha tersebut dirintis lima tahun lalu.Meski usianya sudah senja dan kulitnya telah berkeriput, Mbah Muji tetap tegap bekerja.
Saban hari, sepasang tangannya yang renta masih lihai memotong dan mengolah cakar ayam untuk menopang ekonominya.Saat ditanya mengenai usianya, Mbah Muji mengaku sudah tidak ingat lagi angka pastinya. Namun, ingatan masa kecilnya masih merekam jelas era penjajahan Belanda di Indonesia.
“Saya tidak tahu umur berapa, karena tidak tahu dulu lahir tahun berapa,” ujar Mbah Muji dalam bahasa Jawa sembari tersenyum ramah.
Sehari-hari, Mbah Muji tinggal seorang diri di rumah sederhananya. Kebutuhan makannya sehari-hari dikirim secara bergantian oleh anak-anaknya yang seluruhnya sudah berkeluarga. Bagi Mbah Muji, bekerja bukan sekadar mencari uang, melainkan cara untuk menjaga kesehatan pikiran dan tubuhnya.
“Yang penting bagas waras (sehat walafiat) setiap hari, masih bisa memukul cakar ayam. Di rumah juga mau lapis kalau tidak kerja? Cuma duduk-duduk malah bisa bikin pikiran ke mana-mana,” ungkapnya.
Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Mbah Muji menjadi tamparan positif bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah dan malas-malasan. Melalui momentum TMMD ini, kisah-kisah perjuangan hidup di sudut kecil Desa Cukil seperti Mbah Muji dapat terangkat dan menginspirasi masyarakat yang lebih luas. (*)









Tinggalkan Balasan