Laporan: Muhamad Nuraeni
JAKARTA | HARIAN7.COM – Banyak pelaku usaha kecil mampu menciptakan produk yang laris dan pelanggan yang terus bertambah. Namun, ketika bisnis mulai membesar, tantangan baru muncul: bukan hanya bagaimana menjual lebih banyak, tetapi bagaimana mengelola uang yang semakin banyak dan transaksi yang semakin rumit.
Di titik inilah digitalisasi pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebab, bisnis yang tumbuh tanpa sistem keuangan yang rapi berisiko kehilangan kendali terhadap arus kas, pembayaran, hingga pencatatan transaksi.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat layanan digital BNIdirect sebagai solusi pengelolaan keuangan bisnis terpadu. Layanan ini dirancang untuk membantu pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan dan institusi, mengelola aktivitas finansial secara lebih praktis, aman, dan terukur.
Hingga Juni 2026, pengguna BNIdirect tercatat mencapai 280 ribu pengguna. Pada periode yang sama, volume transaksi melalui layanan tersebut tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun.
Pertumbuhan itu menunjukkan semakin besarnya kebutuhan dunia usaha terhadap layanan keuangan digital yang mampu mengikuti perkembangan bisnis.
“Digitalisasi tidak hanya membantu mempercepat transaksi, tetapi juga menjadi fondasi bagi pelaku usaha untuk membangun proses keuangan yang lebih efisien, terukur, dan terkontrol seiring perkembangan skala bisnisnya,” demikian disampaikan BNI dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Dari Catatan Manual Menuju Bisnis Profesional
Bagi UMKM yang mulai berkembang, pengelolaan keuangan sering menjadi tantangan tersendiri. Ketika jumlah transaksi meningkat, pencatatan sederhana tidak lagi cukup untuk memastikan seluruh arus dana berjalan dengan baik.
Melalui BNIdirect bisnis, BNI menyediakan berbagai fitur seperti transfer dana, pembayaran massal, hingga pengelolaan rekening secara daring dalam satu platform.
Layanan tersebut memungkinkan pelaku usaha mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus meningkatkan ketertiban administrasi keuangan.
Tidak hanya soal kemudahan transaksi, sistem digital juga membantu UMKM membangun tata kelola bisnis yang lebih profesional. Pelaku usaha dapat lebih mudah memantau pemasukan, pengeluaran, serta memastikan setiap transaksi berjalan sesuai prosedur.
Sistem Tiga Lapis Jaga Keamanan Transaksi
Seiring bisnis berkembang, kebutuhan pengaturan kewenangan transaksi juga semakin penting. Karena itu, BNI menghadirkan fitur pengelolaan dengan konsep multi-user melalui peran Maker, Approver, dan Releaser.
Dalam sistem ini, Maker bertugas membuat atau memasukkan transaksi pembayaran. Selanjutnya, transaksi diperiksa oleh Approver sebelum akhirnya diteruskan oleh Releaser kepada bank untuk diproses.
Mekanisme tersebut memberikan lapisan kontrol tambahan, terutama bagi bisnis yang mulai memiliki struktur organisasi lebih kompleks.
Sementara itu, BNIdirect cash ditujukan bagi institusi, perusahaan, instansi, maupun yayasan dengan kebutuhan transaksi yang lebih besar dan kompleks.
Menggabungkan Kekuatan Digital dan Potensi Daerah
Penguatan BNIdirect juga berjalan beriringan dengan optimalisasi jaringan BNI melalui program BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) yang telah diterapkan di seluruh wilayah operasional.
Program ini mendorong kantor cabang BNI untuk lebih aktif memahami potensi ekonomi daerah, membuka peluang bisnis, serta membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM.
Dengan pendekatan tersebut, kantor cabang tidak hanya menjadi tempat layanan perbankan, tetapi juga menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan peluang ekonomi di wilayah masing-masing.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kapabilitas bisnis.
“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis,” ujar Putrama.
Menurut dia, perpaduan antara jaringan yang produktif dan solusi digital diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan transaksi sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah.
Penguatan BNIdirect dan implementasi BRAVE dilakukan sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Melalui strategi tersebut, BNI berharap dapat terus mendukung UMKM agar tidak hanya bertahan dalam persaingan, tetapi juga mampu naik kelas dengan tata kelola bisnis yang lebih modern, efisien, dan siap berkembang.









Tinggalkan Balasan