Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Di balik ribuan media tanam jamur tiram yang siap dibudidayakan, ada proses panjang yang membutuhkan ketelitian dan teknologi. Salah satunya dilakukan oleh Firman, pelaku usaha pembuatan baglog jamur tiram di Dusun Cukil, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Usaha milik Firman yang berada di RT 5 RW 2 Dusun Cukil tersebut menjadi salah satu sasaran pendampingan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.
Memasuki pekan kedua pelaksanaan TMMD, program yang digagas TNI Angkatan Darat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada Jumat (31/7/2026), sejumlah personel Satgas TMMD menyambangi tempat produksi baglog jamur tiram milik Firman. Saat itu, Firman bersama para pekerjanya tengah sibuk melakukan proses sterilisasi ratusan baglog menggunakan mesin steamer berukuran besar.
Mesin tersebut menjadi bagian penting dalam proses produksi. Uap panas yang dihasilkan berfungsi membunuh bakteri, jamur liar, serta mikroorganisme pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan jamur tiram sebelum media tanam diberi bibit.
“Semua baglog harus melalui proses steamer terlebih dahulu menggunakan uap panas bersuhu 100 derajat Celsius hingga 121 derajat Celsius. Prosesnya bisa memakan waktu lebih dari empat jam,” ujar Firman.
Untuk mendukung kapasitas produksi, Firman kini memiliki dua unit mesin steamer. Satu mesin mampu menampung hingga 750 baglog untuk kapasitas besar, sedangkan untuk kapasitas sedang dapat menampung sekitar 550 baglog dalam sekali proses.
Keberadaan usaha tersebut menjadi salah satu contoh potensi ekonomi masyarakat Desa Cukil yang terus dikembangkan. Melalui program TMMD, TNI tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan dan produktivitas pelaku usaha lokal.
Diharapkan pendampingan terhadap sektor usaha kecil seperti budidaya jamur tiram dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan di Desa Cukil.









Tinggalkan Balasan