Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menghadirkan cerita humanis dari salah satu prajurit yang terlibat.

Di antara deretan personel Satgas TMMD, terdapat Pelda Gufron, prajurit TNI Angkatan Laut dari Lanal Semarang yang mendapat kesempatan mengabdi langsung di kampung halamannya sendiri.

Bagi Pelda Gufron, pelaksanaan TMMD kali ini memiliki arti berbeda. Ia tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga ikut membangun desa tempat ia tumbuh dan dibesarkan.

Setiap aktivitas bersama warga, mulai dari gotong royong hingga pengerjaan pembangunan desa, menjadi pengalaman berharga baginya. Keringat yang ia keluarkan bukan sekadar untuk menyelesaikan program, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Kehadiran Pelda Gufron pun disambut hangat oleh warga Desa Cukil. Sejumlah tetangga dan kerabat yang mengenalnya sejak kecil kini melihatnya kembali dalam sosok berbeda, yakni sebagai prajurit TNI AL yang datang membawa semangat pengabdian.

Di sela kegiatan TMMD, Pelda Gufron terlihat membaur dengan masyarakat. Ia bercengkerama dan bekerja bersama warga, menciptakan suasana gotong royong yang penuh keakraban.

Baginya, kesempatan tersebut menjadi momen untuk memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahiran.

Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga sendiri menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa melalui semangat gotong royong.

Kisah Pelda Gufron menjadi gambaran bahwa pengabdian prajurit tidak hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Terlebih ketika pengabdian itu dilakukan di tanah kelahiran sendiri, nilai perjuangannya terasa semakin bermakna.