Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Kamaruddin Amin, mengingatkan perguruan tinggi keagamaan agar tidak terjebak menjadi “menara gading” yang jauh dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya cendekiawan yang mampu memahami realitas sosial sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Kamaruddin saat memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik dan kependidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di Ruang Rapat Gedung KH Hasyim Asy’ari.

Menurut Kamaruddin, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana kampus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“PTKIN harus bisa menjadi penghasil ulama dan cendekiawan yang paham dengan realita sosial. Pengabdian masyarakat harus ditingkatkan secara nyata. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan pemerintah daerah, dan memberikan solusi konkret atas persoalan yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjadikan kampus sebagai pusat inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Menanggapi arahan tersebut, Rektor UIN Salatiga Prof. Zakiyuddin Baidhawy mengatakan pihaknya terus memperkuat transformasi kampus melalui pembentukan Fakultas Sains dan Teknologi yang mengusung konsep Green Wasathiyah Campus.

Menurutnya, pengembangan fakultas baru itu bukan sekadar menambah program akademik, melainkan menjadi bagian dari komitmen UIN Salatiga dalam mencetak lulusan yang unggul, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki tanggung jawab sosial.

“Kami memahami bahwa kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui konsistensi tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Melalui momentum peresmian Fakultas Saintek ini, kami ingin membuktikan bahwa UIN Salatiga siap melahirkan lulusan cerdas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kemanusiaan,” kata Zakiyuddin.

Ia menambahkan, budaya mutu di UIN Salatiga juga terus diperkuat melalui berbagai capaian di tingkat internasional. Jurnal IJIMS mampu mempertahankan peringkat Q1 Scimago Journal Rank (SJR) selama delapan tahun berturut-turut, sedangkan jurnal IJTIHAD berhasil menjadi salah satu jurnal terbaik dunia di bidang religious studies.

Menurut Zakiyuddin, capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Fakultas Saintek sebagai pusat pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Dengan hadirnya Fakultas Saintek, UIN Salatiga menargetkan lahirnya generasi cendekiawan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menjawab tantangan sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.