Laporan: Tambah Santoso

PATI | HARIAN7.COM – Sebuah mobil Suzuki Carry berwarna merah marun hangus terbakar sesaat setelah mengisi bahan bakar di SPBU Winong, Kabupaten Pati, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada bagian bawah kemudi.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini sempat mengejutkan warga sekitar karena polisi menemukan 7 galon berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam mobil tersebut.

Peristiwa bermula ketika pengemudi mobil berinisial M.A.M. (35), warga Kecamatan Winong, baru saja selesai mengisi BBM jenis Pertalite. Saat korban hendak menyalakan mesin kendaraan untuk bergeser dan melakukan pembayaran, percikan api tiba-tiba muncul.

“Sesaat setelah mesin dinyalakan, muncul percikan api dari bagian bawah kemudi. Api dengan cepat membesar,” ujar K.A. (32), operator SPBU yang menjadi saksi mata di lokasi.

Melihat api membesar, M.A.M. dengan cekatan langsung mengarahkan mobil ke tepi area SPBU guna menghindari risiko ledakan yang lebih besar. Petugas SPBU bersama warga sekitar bergerak cepat memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebelum merembet ke fasilitas pom bensin.

Saat personel Polsek Winong melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas dikejutkan dengan penemuan tujuh galon yang penuh berisi BBM di dalam kabin mobil. Barang bukti tersebut langsung diamankan ke Mapolsek Winong untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, M.A.M. mengklarifikasi bahwa dirinya adalah seorang teknisi servis pom mini yang sudah bekerja sejak tahun 2019. Tujuh galon tersebut bukanlah hasil penimbunan ilegal, melainkan BBM sisa operasional pekerjaannya.

Campuran BBM jenis Pertalite dan Pertamax, Sisa hasil pengurasan tangki saat ia melakukan servis pom mini di dua lokasi, yaitu di Desa Karang dan Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana dan BBM tersebut sengaja dibawa dan disimpan sementara di mobil setelah pekerjaan servis selesai.

Akibat insiden ini, sebagian besar badan mobil hangus terbakar. Selain kendaraan, api juga melahap dua unit telepon genggam, satu lembar STNK, dan satu buku BPKB yang berada di dalam mobil. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Kapolsek Winong, AKP Gandhi Soeprijanto, memastikan bahwa situasi sudah kondusif dan menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.

“Indikasi awal murni mengarah pada korsleting listrik di bagian bawah kemudi kendaraan. Meski demikian, kami tetap melakukan pendalaman agar penyebab pasti kebakaran dapat dipastikan secara ilmiah,” jelas AKP Gandhi.

Menyikapi kejadian ini, AKP Gandhi mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kendaraan yang sudah berusia cukup lama, untuk selalu rutin memeriksa kelaikan instalasi kelistrikan mobil mereka.

“Pastikan instalasi listrik kendaraan dalam kondisi baik dan segera lakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan. Langkah sederhana ini dapat mencegah terjadinya kebakaran yang membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak ragu segera melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat kejadian darurat, baik kebakaran, kecelakaan, maupun gangguan keamanan lainnya, agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.