Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB. SEMARANG | HARIAN7.COM – Selama 17 tahun, Wahidi (72), warga Dusun Gompyong RT 14 RW 5, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, harus menjalani hari-harinya dengan keterbatasan akibat penyakit stroke.

Aktivitas sederhana yang bagi banyak orang terasa mudah, menjadi perjuangan tersendiri bagi Wahidi. Untuk berjemur di luar rumah maupun menuju kamar mandi, ia harus mendapat bantuan dari sang istri, Watini, yang dengan setia menggendongnya.

Namun, harapan untuk bisa lebih mandiri mulai terbuka saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga hadir di Desa Cukil.

Melalui program tersebut, Wahidi mendapatkan bantuan sebuah kursi roda yang kini memudahkan dirinya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Sangat bersyukur dapat bantuan kursi roda. Dengan begini saya bisa ajak suami saya jalan-jalan. Kemarin-kemarin ke mana-mana ya saya gendong,” ungkap Watini.

Bagi Watini, bantuan tersebut bukan sekadar sebuah alat bantu, tetapi juga meringankan beban yang selama ini ia jalani saat merawat suaminya.

Watini mengatakan, selama ini dirinya terus berupaya memberikan pengobatan terbaik untuk Wahidi. Sang suami pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Ngawen dan saat ini rutin menjalani pemeriksaan di Puskesmas Tengaran.

Kini, dengan adanya kursi roda tersebut, Wahidi memiliki kesempatan lebih besar untuk menikmati aktivitas di luar rumah tanpa harus selalu digendong oleh istrinya.

Kisah Wahidi menjadi salah satu sisi kemanusiaan dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.