HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Warga Keluhkan Kualitas Beton Penutup Saluran di Jalan Kalipengging Salatiga, Belum Lama Selesai Dibangun Sudah Rusak

SALATIGA | HARIAN7.COM – Beton penutup saluran air di Jalan Kalipengging, Kota Salatiga, baru hitungan bulan selesai dikerjakan. Namun, kondisinya sudah lebih dulu “menua”. Sejumlah titik dilaporkan retak, bahkan pecah, memunculkan tanda tanya tentang mutu pekerjaan yang seharusnya masih dalam masa prima.

Tofik, warga setempat, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia menyebut proyek itu baru saja rampung pada akhir tahun lalu.

“Setahu saya itu baru dikerjakan akhir tahun kemarin,” katanya kepada harian7.com, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga:  Judi Dadu dan Sabung Ayam Masih Marak, Polda Jateng Lakukan Pemantauan

Kerusakan dini ini, menurut Tofik, bukan sekadar persoalan estetika. Ia khawatir jika dibiarkan, retakan kecil akan berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas dan tentu saja, lebih mahal untuk diperbaiki.

Ia berharap dinas terkait tidak menunggu kerusakan menjadi “biasa” sebelum akhirnya turun tangan.

Keluhan serupa datang dari Bagas, seorang pedagang yang hampir setiap hari melintas di kawasan tersebut. Ia menilai kondisi itu janggal untuk proyek yang tergolong baru.

Baca Juga:  Jenderal TNI (Purn) Dudung Resmi Jadi Warga PSHT, Tegaskan Komitmen Kebangsaan

“Itu baru selesai dikerjakan sepertinya. Namun sudah ada beberapa titik yang rusak,” ujarnya.

Bagi Bagas, persoalan ini bukan hanya soal kualitas konstruksi, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Beton yang retak dan pecah berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika visibilitas menurun.

Fenomena infrastruktur “cepat rusak” bukan hal baru di berbagai daerah. Namun, ketika kerusakan muncul bahkan sebelum proyek tersebut benar-benar diuji waktu, publik berhak bertanya: apakah pengawasan sudah berjalan semestinya, atau justru sekadar formalitas di atas kertas?

Baca Juga:  Kadivmin Kemenkumham Jateng Lantik Notaris dan Pejabat: Tekankan Kompetensi, Integritas, dan Inovasi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab kerusakan maupun rencana perbaikan. Sementara itu, beton-beton yang retak itu tetap tergeletak di tempatnya seolah menjadi pengingat bahwa kualitas kadang kalah cepat dibanding target penyelesaian.(Bang Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!