“PAK RAMLAN 2026” Resmi Dibuka, Ledok Toleran Unjuk Gigi di Panggung Ramadan
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Sabtu sore (28/2/2026), Halaman Parkir Luwes Salatiga mendadak semarak. Musik menggema, warga berdesakan, aroma takjil menguar di udara. Pekan Kuliner Ramadan Ledok Toleran atau yang lebih renyah di telinga: “PAK RAMLAN” 2026 resmi dibuka. Bukan sekadar pasar kaget musiman, agenda tahunan ini kembali menegaskan satu hal: Ledok ingin dikenal bukan hanya karena kulinernya, tetapi juga toleransinya.
Panggung pembuka tak main-main. Tari Bambangan Cakil dari Sanggar Bima, Kelurahan Ledok, menghentak sore dengan gerak enerjik yang memikat tamu undangan. Di tengah sorotan, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., melepas burung dara ke udara simbol dimulainya pesta kuliner sekaligus pesan damai yang terbang tinggi. Usai seremoni, ia menyusuri deretan stan UMKM, menyapa pedagang satu per satu, sesekali berhenti mencicipi dan berbincang.
Bagi Ledok, “PAK RAMLAN” bukan hanya soal transaksi rupiah. Lurah Ledok, Hery Setianto, menegaskan geliat ini adalah panggung pemberdayaan. Sebanyak 20 pelaku UMKM lokal dilibatkan, dikelola kolaboratif bersama Karang Taruna Mudo Binangun. Konsepnya matang: kuliner berbuka puasa, live music, kesenian reog, hingga doorprize. Ramadan dikemas bukan hanya khusyuk, tapi juga produktif.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa nama “Ledok Toleran” mengandung pesan yang mendalam.
“Kegiatan ini menjadi ruang promosi dan kreativitas bagi pelaku usaha kuliner, sekaligus memperkuat citra Salatiga sebagai kota yang rukun dan menjunjung tinggi keberagaman,” ujarnya.
Robby juga memberikan apresiasi kepada generasi muda Ledok yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui semangat kemandirian. Harapannya, model kolaborasi berbasis potensi kelurahan seperti ini tak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan terus dirawat demi meningkatkan daya saing produk lokal.
Pemerintah Kota Salatiga pun menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM lewat fasilitasi promosi serta penyelenggaraan event berkelanjutan. Dukungan struktural dan energi komunitas tampak menyatu di halaman parkir yang sore itu berubah menjadi ruang temu lintas warga.
Pembukaan turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Ketua TP PKK Kota Salatiga, serta jajaran Forkopimcam Argomulyo. Bagi warga yang ingin merasakan hangatnya toleransi sambil berburu takjil, “PAK RAMLAN” 2026 akan hadir sebulan penuh di Halaman Parkir Luwes Kelurahan Ledok. Di sana, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga merayakan kebersamaan.(*)












Tinggalkan Balasan