HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bedah Buku di Ponpes Al Inayah: Memetakan Karakter Generasi Digital Menuju 2045, Antara Algoritma dan Realita

Editor: Shodiq

MAGELANG,HARIAN7.COM– Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh karakter generasi mudanya yang kini tumbuh di tengah kepungan algoritma media sosial. Fenomena ini dibedah secara mendalam dalam diskusi buku Tipologi Anak Muda Indonesia karya Hasanuddin Ali di Pondok Pesantren Al Inayah, Magelang, Sabtu (14/3/2026).

Acara hasil kerja sama Ponpes Al Inayah dan Ditjen Diktis Kemenag ini menghadirkan penulis buku sekaligus CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, serta pengamat media sosial, Savic Ali. Diskusi ini menjadi ruang refleksi untuk memahami pergeseran sosial milenial dan Gen Z di era digital.

Baca Juga:  Pemerhati Sosial Apresiasi Kerja Nyata Gubernur Jateng Komjen Luthfi Dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, yang hadir dalam acara tersebut menilai buku ini sangat relevan sebagai panduan bagi pembuat kebijakan dan pendidik. Menurutnya, ruang sosial anak muda saat ini tidak lagi hanya berada di dunia nyata, tetapi didominasi oleh ruang digital yang dipengaruhi algoritma.

“Ruang digital memainkan peran besar dalam membentuk cara berpikir hingga cara mereka memandang masa depan. Buku ini penting karena memetakan karakter tersebut secara komprehensif,” ujar Wibowo.

Dalam paparannya, Hasanuddin Ali mengungkapkan hasil riset Alvara yang mengelompokkan anak muda Indonesia ke dalam tiga tipologi utama:

Baca Juga:  Sempat Teler Memakai Narkoba, Pelaku Spesialis Curanmor Dibekuk Satreskrim Polresta Magelang

Si Paling Eksis (30%): Dominan, aktif berorganisasi, dan senang tampil di publik.

Si Digital (42%): Kelompok terbesar yang lebih nyaman berinteraksi di dunia maya dan fokus pada pengembangan kapasitas pribadi.

Si Santuy (28%): Kelompok yang menjalani hidup apa adanya dengan konsep slow living.

“Untuk memprediksi Indonesia masa depan, kita harus memahami generasi mudanya sekarang, karena merekalah yang akan memegang tongkat kepemimpinan,” tegas Hasanuddin. Ia juga menambahkan bahwa anak muda dapat mengenali tipologi mereka melalui tes mandiri di situs anakmuda.alvara.id.

Baca Juga:  Pelajar SMK Syubbhanul Wathon Secang Diajak Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja

Senada dengan itu, Ketua PBNU sekaligus pengamat media sosial, Savic Ali, mengapresiasi pendekatan riset statistik yang dibawa ke lingkungan pesantren. Menurutnya, metode ilmiah ini melengkapi literatur klasik pesantren dalam memotret realitas sosial secara terukur.

“Ketiga tipe ini sebenarnya saling melengkapi dalam sebuah organisasi. Pemahaman ini membantu orang tua dan pendidik dalam mengarahkan potensi anak secara lebih efektif,” pungkas Savic.

Kegiatan ini turut dihadiri Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, jajaran pengasuh pesantren, serta ratusan santri dan mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya bedah buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!