HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Status Beralih ke Pusat, Bupati Ngesti Nugraha Minta Penyuluh Tetap Fokus Majukan Pertanian Lokal

UNGARAN|HARIAN7.COM – Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, mengajak 115 penyuluh pertanian di wilayahnya untuk lebih proaktif menggali potensi komoditas ekspor. Hal itu ditegaskan Bupati dalam pertemuan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Jumat (13/2/2026) pagi.

Pertemuan tersebut digelar menyusul adanya pengalihan status kepegawaian para penyuluh ke tingkat pusat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan.

Di hadapan para penyuluh, Bupati mengimbau agar mutu kinerja tetap ditingkatkan demi menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Semarang. Meski per 14 Februari 2026 mereka resmi berstatus pegawai Kementerian Pangan RI, Bupati meminta mereka tetap fokus pada pengembangan sektor pertanian di “Bumi Serasi” serta rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat.

Baca Juga:  Sesalkan Sikap Oknum Mengatasnamakan Agama, Aktivis Pemuda: Stop Provokasi!

“Gali terus potensi pertanian, termasuk kemungkinan untuk ekspor. Komunikasikan dengan Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti,” tegas Ngesti Nugraha.

Bupati juga mengapresiasi capaian tahun lalu di mana Kabupaten Semarang berhasil surplus beras hingga 31 ribu ton, meskipun sempat menghadapi serangan hama tikus dan wereng pada lahan seluas 750 hektare. Selain itu, para penyuluh didorong untuk menyukseskan program tanam padi organik yang kini tengah berjalan di beberapa kecamatan.

Baca Juga:  Polsek Bagor Tindak Lanjut Aduan Warga, Bongkar Arena Perjudian Sabung Ayam di Sugihwaras

Terkait fasilitas kerja, Pemkab Semarang tetap mengizinkan penggunaan sarana dan prasarana (sarpras) seperti sepeda motor dan kantor yang telah disediakan. Namun, Bupati mengingatkan agar biaya operasional seperti BBM tetap dikelola sesuai aturan yang berlaku.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, menekankan pentingnya semangat kerja keras dan ikhlas.

“Tugas Bapak Ibu sekalian tidak main-main, yaitu menjaga ketahanan pangan nasional,” tandas Edy.

  1. Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Semarang, Agung Maashaba, melaporkan bahwa proses pengalihan status kepegawaian telah berlangsung sejak 5 Februari 2025 hingga 14 Februari 2026.
Baca Juga:  Bang HYS Tepat Pimpin Golkar Sumut, Pemerhati Sosial: Dia Representasi Politik Kaum Muda Masa Depan

Dari data awal sebanyak 113 orang, jumlah penyuluh sempat bertambah menjadi 117 orang karena mutasi masuk. Namun, per Februari 2026, total penyuluh yang dialihkan menjadi 115 orang menyusul adanya satu orang yang berhenti kontrak dan satu orang meninggal dunia.

“Kami tetap mengharapkan dukungan dan perhatian Bupati guna meningkatkan mutu pelaksanaan tugas pokok kami di lapangan,” pungkas Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!