Polisi Turun ke Jalan, Ikut ‘Gugah-Gugah’ Sahur di Bangil
Laporan: Ninis
PASURUAN | HARIAN7.COM – Subuh belum benar-benar pecah ketika suara ketukan dan seruan sahur bersahutan di Perum Bumi Aura Persada, Dusun Bekacang, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil, Sabtu (21/2). Di antara barisan anak-anak muda yang berkeliling kompleks, tampak satu sosok berseragam cokelat. Ia bukan sekadar mengawasi, melainkan turut berjalan, menyapa, dan sesekali tersenyum pada warga yang membuka pintu.
Personel Satuan Lalu Lintas itu mengintensifkan patroli sahur selama Ramadan. Namun kali ini, pendekatannya tak melulu soal lampu rotator dan pengeras suara mobil patroli. Kanit Kamsel Satlantas, Aipda Arifian Miftahul Firdaus, memilih membaur dengan tradisi lokal “gugah-gugah sahur”—membangunkan warga agar tidak terlewat santap sebelum puasa.
Suasana terasa cair. Anak-anak muda menabuh alat seadanya, sebagian berseloroh, sebagian lain fokus memastikan setiap sudut perumahan terlewati. Di sela kegiatan itu, Arifian mengatakan kehadiran polisi ingin terasa lebih dekat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran polisi memberikan rasa aman, sekaligus mengapresiasi semangat adek-adek yang melakukan patroli sahur secara positif,” ujar Arifian.
Tak berhenti pada membangunkan warga, patroli dilanjutkan dengan dialog singkat bersama Ketua RT setempat. Pembicaraan mengerucut pada potensi kerawanan menjelang Idul Fitri, masa ketika mobilitas meningkat dan tindak kriminal kerap mencari celah.
Petugas mengingatkan warga untuk waspada terhadap pencurian kendaraan bermotor pada jam-jam rawan sahur. Pemuda diimbau tak menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang balap liar atau pesta petasan yang mengusik kekhusyukan ibadah. Sinergi dengan sistem keamanan lingkungan (siskamling) juga ditekankan, agar pengawasan tak hanya bertumpu pada patroli kepolisian.
Langkah itu, menurut kepolisian, bagian dari upaya menjaga situasi Kabupaten Pasuruan, khususnya Bangil tetap kondusif sepanjang bulan suci. Warga menyambut positif kehadiran aparat yang dinilai membuat suasana sahur lebih tertib dan tenang.
Di antara denting alat musik sederhana dan sapaan subuh, patroli sahur kali ini tak sekadar soal keamanan. Ia menjelma ruang temu: antara seragam dan warga, antara kewaspadaan dan kebersamaan.












Tinggalkan Balasan