HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Damai Natal, Harmoni dalam Keberagaman: Pesan Toleransi dari Rutan Kupang

KUPANG | HARIAN7.COM – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Perayaan Natal Oikumene di Rutan Kelas IIB Kupang. Acara yang sarat makna ini menghadirkan Plt. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTT, Andri Lesmano, bersama Wakil Gubernur NTT terpilih, Johni Asadoma, Ketua PIPAS NTT, Desyana Maliki, serta berbagai pejabat dan perwakilan Aparat Penegak Hukum (APH) Kota Kupang.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Ahli Waris : "Sengketa Lahan MIN Salatiga Sedikit Temui Titik Terang Setelah Sekian Lama Digantung", Ini Penjelasan Camat Sidomukti

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan pesan penting tentang menjaga harmoni di tengah keberagaman. “Natal bukan hanya perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan dalam masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.

Baca Juga:  Bidik Jawa Tengah, AHY Dorong Demokrat Bergerak Lebih Agresif

Senada dengan itu, Andri Lesmano menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan sosial yang ada. Mengangkat tema Natal “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem,” ia mengingatkan warga untuk selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dan waspada terhadap hoaks yang dapat merusak keharmonisan.

Baca Juga:  Rampok dan Perkosa Wanita di Depok, Denis Ditangkap Polisi

“Mari kita jadikan Natal sebagai momen untuk memperkuat toleransi dan solidaritas. Semangat inilah yang akan memperkokoh kebersamaan kita sebagai bangsa,” tutur Andri.

Baca Juga:  Patroli Gabungan Siaga Merapi: Warga Kawasan Rawan Bencana III Wilayah Dukun Magelang Telah Siap Diungsikan Bilamana Aktivitas Gunung Merapi Meningkat

Kehadiran Desyana Maliki, Ketua PIPAS NTT, membawa semangat baru bagi para warga binaan. “Kami percaya, setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Mari jadikan damai Natal sebagai inspirasi untuk terus melangkah ke arah yang positif,” katanya.

Baca Juga:  One Way Nasional Diberlakukan, Arus Mudik Lebaran 2025 Mulai Padat

Acara ini bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan juga simbol sinergi antara pemerintah, warga binaan, dan masyarakat. Pesan kasih dan damai yang diusung dalam momen ini diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih harmonis di Nusa Tenggara Timur.(NY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!