HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Damai Natal, Harmoni dalam Keberagaman: Pesan Toleransi dari Rutan Kupang

KUPANG | HARIAN7.COM – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Perayaan Natal Oikumene di Rutan Kelas IIB Kupang. Acara yang sarat makna ini menghadirkan Plt. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTT, Andri Lesmano, bersama Wakil Gubernur NTT terpilih, Johni Asadoma, Ketua PIPAS NTT, Desyana Maliki, serta berbagai pejabat dan perwakilan Aparat Penegak Hukum (APH) Kota Kupang.

Baca Juga:  Membangun Gaya Hidup Sehat di Balik Jeruji, Program Gebyar Prolanis Ciptakan Warga Binaan Lebih Sehat dan Berkualitas

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan pesan penting tentang menjaga harmoni di tengah keberagaman. “Natal bukan hanya perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan dalam masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.

Baca Juga:  Sambut HUT Humas Polri Ke 73, Polres Salatiga Gelar Donor Darah

Senada dengan itu, Andri Lesmano menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan sosial yang ada. Mengangkat tema Natal “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem,” ia mengingatkan warga untuk selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dan waspada terhadap hoaks yang dapat merusak keharmonisan.

Baca Juga:  Kasus Kekerasan Di Temanggung, DPPKBPPPA Lakukan Pendampingan Kepada Keluarga Korban dan Pelaku

“Mari kita jadikan Natal sebagai momen untuk memperkuat toleransi dan solidaritas. Semangat inilah yang akan memperkokoh kebersamaan kita sebagai bangsa,” tutur Andri.

Baca Juga:  Bupati Agus Gondrong Gaspol! Temanggung Dibidik Kembali Jadi Kota Adipura

Kehadiran Desyana Maliki, Ketua PIPAS NTT, membawa semangat baru bagi para warga binaan. “Kami percaya, setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Mari jadikan damai Natal sebagai inspirasi untuk terus melangkah ke arah yang positif,” katanya.

Baca Juga:  Sinergi Membangun Negeri: TMMD Sengkuyung III TA 2024 di Salatiga Resmi Ditutup

Acara ini bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan juga simbol sinergi antara pemerintah, warga binaan, dan masyarakat. Pesan kasih dan damai yang diusung dalam momen ini diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih harmonis di Nusa Tenggara Timur.(NY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!