HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Motor Pergi Siang Hari, Pelaku Pulang Malam ke Kantor Polisi

Laporan: Ninis | Editor: Muhamad Nuraeni

SAMPANG | HARIAN7.COM – Di Jalan Wijaya Kusuma, sebuah Honda Scoopy Prestige hijau sempat “pindah tangan” tanpa pamit. Kejadiannya berlangsung terang-terangan, di siang bolong, saat pemiliknya sedang bekerja dan lupa satu hal penting: mengunci setir.

Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, Moh. Iqbal Romadhon, 27 tahun, memarkir sepeda motornya. Tak ada suara pecah kaca, tak ada kunci dirusak. Scoopy itu pergi dengan cara paling sopan, dibawa orang lain.

Baca Juga:  Truk Bermuatan 38 Ton Bekatul Terguling di Tol Semarang-Solo, Menimpa Honda Brio

Sore harinya, sekitar pukul 15.15 WIB, kabar itu sampai ke telinga korban. Motor raib, pelaku tak dikenal. Iqbal sempat mengejar, namun jalanan Sampang lebih dulu menelan Scoopy hijau tersebut. Polisi kemudian menerima laporan.

Cerita berubah cepat.

Tim Jatanras Satreskrim Polres Sampang langsung bekerja. Enam jam setelah laporan diterima, polisi sudah mengantongi dua nama. Sekitar pukul 21.00 WIB, Z.A., 38 tahun, warga Ketapang Laok, dan S.M., 34 tahun, perempuan asal Bojonegoro, diamankan.

Keduanya diduga memanfaatkan satu kelengahan kecil untuk satu keuntungan besar. Modusnya sederhana: mengambil motor yang ditinggal tanpa pengawasan. Tak butuh alat khusus, cukup keberanian dan kesempatan.

Baca Juga:  Upacara HUT ke-80 RI di Polresta Cilacap, Momentum Perkuat Semangat Nasionalisme

Menurut Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, motif sementara mengarah pada tekanan ekonomi. Uang hasil penjualan motor digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, membayar utang, serta menebus sepeda motor lain milik pelaku.

Barang bukti pun dikumpulkan: satu unit ponsel Redmi biru, pakaian yang dikenakan saat beraksi, serta uang tunai Rp1,7 juta sisa dari hasil penjualan Scoopy yang kini berubah status menjadi barang bukti.

Baca Juga:  Santriwati Tewas Dibunuh, Motif Pelaku Sakit Hati Karena Ditolak

Polisi masih memburu pembeli motor curian yang diduga berada di wilayah Sampang. Sementara itu, dua terduga pelaku kini menunggu proses hukum lanjutan.

Menjelang Ramadhan, polisi mengingatkan warga agar tidak mengulangi cerita yang sama. Kunci ganda, parkir aman, dan siskamling disebut sebagai benteng paling awal. Sebab di kota kecil sekalipun, kejahatan kerap berangkat dari satu kelalaian dan pulang ke kantor polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!