Menjelajah Salatiga Eco Park: Destinaspi Wisata Edukasi Berkonsep Eco Green di Lereng Merbabu
Laporan : Fera M
SALATIGA |HARIAN7.COM – Kota Salatiga kembali menghadirkan destinasi wisata baru yang memadukan keasrian alam dengan edukasi lintas generasi. Mengusung konsep Eco Green, Salatiga Eco Park (SAE) hadir menawarkan pengalaman belajar langsung di tengah lingkungan sejuk lereng Gunung Merbabu.
Berdiri di atas lahan seluas 5 hektare, SAE berlokasi di Jalan Hasanudin KM 4, Kelurahan Kumpulrejo, Salatiga. Kawasan yang dikenal sebagai Salip Putih ini memiliki nilai sejarah tinggi, di mana dulunya merupakan area Witte Kruis-Kolonie yang didirikan oleh penginjil Adolf Theodorus Jacobus van Emmerik dan Alice Cornelia Cleverly untuk misi kemanusiaan.
Owner Salatiga Eco Park, Roy Wibisono, menjelaskan bahwa keunggulan utama destinasi ini adalah area edukasi profesi tradisional. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga mempraktikkan langsung keahlian zaman dulu.
“Di gubug batik, mereka bisa belajar mencanting. Di gubug kunden, pengunjung dapat mewarnai gerabah. Sementara di gubug tenun, mereka bisa melihat proses pembuatan kain dari memintal kapas hingga menenun,” ujar Roy.
Selain itu, tersedia pula berbagai area edukasi lain seperti gubug jelagra (pengrajin batu), pande besi, pembuatan tempe, pengolahan cokelat, teh, kopi, warung jamu, hingga kerajinan eceng gondok. Bagi pelajar, SAE menyediakan area Science untuk mempraktikkan teori sekolah, seperti cara kerja lampu pijar hingga simulasi letusan gunung berapi.
Nuansa nostalgia semakin kental dengan adanya area Artwork yang memamerkan barang-barang antik seperti telepon jadul dan layar tancep. Generasi muda juga diajak mengenal permainan tradisional yang mulai terlupakan, seperti egrang dan panahan.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya bermain, tapi pulang membawa pengetahuan. Anak-anak zaman sekarang harus tahu bagaimana kehidupan dan profesi orang zaman dulu,” tambahnya.
Sebagai komitmen terhadap lingkungan, SAE memberikan suvenir unik berupa satu bibit cabai yang ditanam dalam wadah gelas plastik bekas kepada setiap pengunjung. Hal ini sejalan dengan visi tempat wisata ini untuk meminimalkan limbah dan menjaga kelestarian alam.
Saat ini, fasilitas di Salatiga Eco Park sudah dilengkapi dengan camping ground, area outbound, mini zoo, dan kebun hidroponik di bawah rimbunnya pepohonan randu, mahoni, dan pinus yang asri.(*)












Tinggalkan Balasan