HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kolam Sempit, Hasil Melimpah: Rutan Salatiga Panen Lele Lagi

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Ada yang berbeda dari dapur Rumah Tahanan Negara Salatiga pada Senin, 23 Februari 2026. Dari kolam sederhana di sudut lahan terbatas, 107 kilogram ikan lele diangkat, ditimbang, lalu dipilah. Panen ini bukan sekadar soal angka, melainkan tentang produktivitas yang tetap dijaga meski bulan puasa tengah berjalan.

Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, menyebut panen tersebut sebagai bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Program budidaya lele itu, kata dia, menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Baca Juga:  Sehari Bersama Al Qur’an”, SDIT Nidaul Hikmah Ajak Siswa Kelas 5 Dekatkan Diri dengan Kitab Suci

“Walaupun tidak seberapa, ini bukti nyata bahwa dengan lahan terbatas, kami tetap produktif. Panen lele ini juga menjadi sarana edukasi dan asimilasi bagi warga binaan,” ujar Anton.

Ia menambahkan, ibadah puasa tak menyurutkan semangat para warga binaan untuk mengelola kolam. Rutinitas memberi pakan, membersihkan kolam, hingga memantau pertumbuhan ikan tetap berjalan seperti biasa. Bagi mereka, aktivitas itu bukan sekadar pekerjaan, melainkan latihan kemandirian.

Baca Juga:  Pesta Miras Berujung Petaka, 29 Anak Muda Diamankan

Hasil panen pun tak dibiarkan menganggur. Sebagian masuk ke dapur sehat rutan, sebagian lagi dibeli petugas dengan harga pasar. Dana penjualan diputar kembali untuk membeli bibit dan peralatan budidaya berikutnya. Warga binaan yang terlibat juga mendapat premi berupa uang saku.

Baca Juga:  Ganjar Hadir dalam Pertemuan Politik PDIP dan PPP

“Alhamdulillah, panen kali ini memberikan manfaat luas. Sebagian hasil juga kami gunakan untuk membeli bibit dan peralatan pertanian serta perikanan berikutnya. Warga binaan yang mengelola program ini juga menerima premi sebagai uang saku,” jelasnya.

Di balik jeruji, kolam-kolam itu kini menjadi semacam etalase kecil produktivitas. Lele-lele yang dipanen bukan hanya hasil budidaya, tetapi juga simbol bahwa pembinaan bisa tumbuh, bahkan di ruang yang serba terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!