HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gelar Ruahan Akbar, PPP Depok Sebut Tradisi sebagai Fondasi Moral Masyarakat

DEPOK | HARIAN7.COM — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok menggelar Ruahan Akbar di kediaman Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, di Pancoran Mas, Depok, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat sekaligus memperkuat nilai religius partai.

Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, mengatakan tradisi ruwahan memiliki makna keagamaan dan nilai budaya yang diwariskan para ulama. Ia menyebut tradisi tersebut memiliki kedekatan historis dengan identitas PPP yang lahir dari kalangan ulama dan berkembang di lingkungan santri.

Baca Juga:  Jadikan Kota Singgah, Hamzah : Paparkan Konsep Wisata Depok, Berikut Penjelasannya 

“Acara ini di antaranya bertujuan menjaga tradisi. Ruwahan identik dengan PPP karena partai ini lahir dari rahim para ulama dan tumbuh di kalangan santri. Oleh karena itu, PPP Kota Depok akan terus menjaga tradisi ruwahan ini,” ujar Mazhab.

Menurut dia, pelestarian tradisi menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan zaman dan penguatan nilai spiritual masyarakat. Ia menilai masyarakat tidak boleh terlepas dari akar budaya religius yang menjadi fondasi moral kehidupan sosial.

Baca Juga:  Sampaikan LKPJ, Wakil Walikota Tegaskan Capaian Keberhasilan Pemkot Depok

Mazhab menambahkan, ruwahan tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan dan persaudaraan antarwarga, khususnya di wilayah Depok. Tradisi ini dinilai mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana ibadah, doa, dan refleksi bersama.

Ia juga menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya organisasi atau kelompok tertentu.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Yuni Indriany Klarifikasi Isu Staf PDIP Usir Wartawan di DPRD Depok

“Selama tradisi dijaga dan diwariskan, nilai kesantunan, persatuan, serta penghormatan kepada ulama akan tetap hidup dalam kehidupan sosial,” kata dia.

Mazhab menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa ruwahan bukan sekadar warisan budaya, melainkan bentuk ikhtiar spiritual dalam menjaga keberkahan hidup bermasyarakat.

“Selama tradisi ini dijaga dengan niat ibadah, insyaallah nilai keimanan, persaudaraan, dan kearifan budaya umat akan tetap terpelihara lintas generasi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!