HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Beri Kecakapan Literasi Media, PWI Jateng-FH Unissula Gelar Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVI

Laporan : Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM  – Bertepatan bulan Ramadan, Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) bersama Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang menggelar Sekolah Jurnalistik untuk Angkatan XXVI melalui daring (online) pada Sabtu 28 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti 48 mahasiswa Fakultas Hukum Unissula jalur reguler, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau sudah bekerja serta eksekutif.

Pembukaan Sekolah Jurnalistik Angkatan ke-26 yang dipandu oleh Wakil Sekretaris PWI Jateng Bakhtiar Rivai dibuka oleh Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz SH MH. Dihadiri antara lain Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, serta empat pemateri yaitu Ketua Dewan Kehormatan PWI Amir Machmud NS, Wakil Ketua PWI Bidang Pendidikan Alkomari, Ketua Badan UKW PWI Widiyartono Radyan, dan wartawan senior Budi Sutomo.

Dari Unissula, turut serta dalam acara pembukaan, Wakil Dekan I FH Unissula Prof Dr Widayati MH, Wakil Dekan II Dr Denny Suwondo MH. Selanjutnya ada Kaprodi S1 Ilmu Hukum Dr Muhammad Ngazis SH MH, Sekretaris I S1 Ilmu Hukum Dr Ida Musofiana SH MH, dan Sekretaris II Prodi S1 Ilmu Hukum Dini Amalia Fitri SH MH.

Baca Juga:  PWI Bersama Diskominfo Jateng Kembali Selenggarakan UKW

Dalam sambutannya, Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana mengungkapkan, Sekolah Jurnalistik yang dirintis PWI dan FH Unissula sejak 2016, secara konsisten berbagi ilmu dan menebar manfaat bagi mahasiswa, baik secara pribadi maupun institusi.

Selain membekali mahasiswa untuk berpikir kritis melalui tulisan, kegiatan ini juga untuk mendorong lulusan FH Unissula punya keterampilan literasi secara bertanggung jawab.

”Agenda rutin ini tentunya telah memberikan kecakapan baru bagi seluruh mahasiswa Fakultas Hukum Unissula yang akan melakukan wisuda. Kecakapan itu bisa berupa keterampilan tulis-menulis, baik itu karya ilmiah populer atau pendapatan hukum dengan sentuhan bahasa yang lebih komunikatif sehingga bisa dicerna oleh banyak pembaca,” ungkap Iwan, panggilan akrabnya.

Menurut Iwan, selain mahir dalam menulis ilmiah populer dan pendapat hukum (legal opinion) dalam Sekolah Jurnalistik ini, mahasiswa bisa mendapatkan gambaran pengetahuan tentang Hukum Pers yang di dalamnya ada Kode Etik Jurnalistik. Termasuk di dalamnya ada wawasan bagaimana pers menghadapi era Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, serta dinamika media kekinian melalui materi konvergensi media.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Jamin Keamanan Ibadah Umat Nasrani dengan Patroli Gereja Minggu Pagi

”Bersama para ahli yang telah lama berkecimpung dunia jurnalistik, peserta akan memperoleh informasi terbaru misalnya peraturan dan etika pers, termasuk bagaimana wartawan dan media bersikap. Maka manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Kami berterima kasih kepada Fakultas Hukum Unissula yang telah konsisten mengadakan sekolah ini,” kata Iwan.

Bermanfaat

Sementara itu, Dekan FH Unissula Prof Dr Jawade Hafidz saat membuka acara mengatakan, Sekolah Jurnalistik Angkatan ke-26 ini merupakan sarana kerja sama dua institusi untuk mencetak lulusan yang memiliki penguasaan di bidang tata cara menulis karya jurnalistik dan pendapat hukum yang benar.

”Kegiatan ini bukan saja sebagai persyaratan lulusan, kami meminta mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini secara sungguh-sungguh agar bisa memetik manfaat dari para pemateri,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Administrasi Negara itu.

Sementara itu, Amir Machmud NS yang mengampu materi Hukum Pers dan Etika Jurnalistik, banyak menularkan ilmu tentang aturan-aturan mengikat pers dan peranannya dalam interaksi dengan masyarakat.

Dosen ilmu jurnalistik dan penulis buku itu juga mengupas tentang memosisikan etika di era AI. Menurutnya, penggunaan AI hanya sebagai “asisten”, bukan pengganti. Hal ini untuk menjaga kredibilitas dan kualitas produk yang dihasilkan.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun 2025: PWI Jateng Soroti Daya Hidup Pers dan Tantangan AI

Produk jurnalistik yang “dibantu” AI harus tetap melewati proses verifikasi dan pengecekan fakta. Seni produksi berita dalam jurnalistik harus tetap menjadi acuan utama. ”Tiga matra jurnalistik sesungguhnya kepercayaan publik, akuntabilitas dan displin verifikasi,” terangnya.

Sedangkan R Widiyartono memberikan kiat-kiat jitu bagaimana menulis artikel ilmiah populer dengan bahasa yang komunikatif dan efisien, serta aktual, objektif dan mengandung edukasi.

Wartawan senior dan ahli hukum Budi Sutomo banyak menyampaikan panduan menulis legal opinion dari mulai identifikasi hingga penyajian berita faktual yang relevan dengan masalah hukum.

Kegiatan Sekolah Jurnalistik Angkatan XXVI berlangsung interaktif. Sejumlah peserta antusias mengajukan pertanyaan terkait materi yang diberikan.

Alkomari yang juga Kepala Sekolah Jurnalistik PWI Jawa Tengah menambahkan, dalam Sekolah Jurnalistik ini ada dua materi yang selain teori, juga diisi dengan praktik yakni materi tentang penulisan artikel ilmiah populer dan materi menulis pendapat hukum (legal opinion).

“Semoga materi-materi dalam sekolah jurnalistik menambah wawasan, pengetahuan, dan skill menulis peserta dalam menghadapi dunia kerja,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!