Viral! Video Mesra Diduga di RSUD Kudus, Publik Bertanya: Ruang Perawatan atau Ruang Perasaan?
Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit mendadak membuat RSUD dr Loekmono Hadi Kudus jadi bahan bisik-bisik warganet. Bukan soal antrean pasien atau layanan kesehatan, melainkan adegan mesra sepasang pria dan perempuan di sebuah ruangan tertutup yang disebut-sebut berada di lingkungan rumah sakit.
Video berdurasi sekitar 50 detik itu diunggah akun media sosial @ketutdewi_99. Dalam rekaman tersebut, kedua sosok tampak saling berpelukan dan berciuman, jauh dari kesan suasana kerja pelayanan publik. Narasi yang menyertainya bernada tajam, menyiratkan dugaan pelanggaran etika oleh oknum pegawai rumah sakit daerah.
Unggahan itu cepat beredar. Dalam hitungan jam, tayangan telah ditonton sekitar 9 ribu kali dan dibagikan puluhan kali. Namun ada satu hal yang justru mengundang tanya: kolom komentar mendadak ditutup. Publik pun hanya bisa menonton, tanpa ruang bertanya, apalagi mengonfirmasi.
Di media sosial, gosip pun menggelinding lebih cepat dari klarifikasi. Benarkah adegan itu terjadi di lingkungan RSUD? Apakah ruangan tersebut bagian dari fasilitas rumah sakit? Dan yang paling sering dipertanyakan: siapa mereka?
Manajemen RSUD dr Loekmono Hadi Kudus memilih berhati-hati. Direktur RSUD, dr Abdul Hakam, mengakui video tersebut telah menimbulkan kegaduhan. “Ya, ini memang meresahkan. Kami akan melakukan rapat khusus besok untuk membahasnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2025).
Namun ketika ditanya lebih jauh, soal keaslian video, dugaan lokasi perekaman, keterlibatan pegawai, hingga isu rekaman CCTV, jawaban belum juga terang. Pihak rumah sakit masih menutup rapat informasi, sembari meminta publik bersabar.
“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Abdul Hakam singkat.
Sikap tersebut sah secara prosedural. Namun di ruang publik, sikap menunggu kerap diartikan berbeda. Ketika klarifikasi berjalan lambat, spekulasi justru tumbuh subur. Terlebih, rumah sakit bukan sekadar bangunan medis, melainkan simbol empati dan profesionalisme.
Hingga berita ini diturunkan, klarifikasi internal masih berlangsung. Sementara itu, publik terus bertanya-tanya: apakah video tersebut sekadar gosip digital, atau potret buram pengawasan di ruang yang seharusnya steril, bukan hanya dari penyakit, tetapi juga dari perilaku yang mencederai kepercayaan?












Tinggalkan Balasan