HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Mukhoyyam Al-Qur’an, Yayasan Bina Insan Taqwa Perkuat Karakter Pegawai Berbasis Nilai Ilahi

Laporan: Muhamad Nuraeni

SEMARANG | HARIAN7.COM – Upaya membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter Islami terus dirawat Yayasan Bina Insan Taqwa. Salah satunya melalui kegiatan Mukhoyyam Al-Qur’an, sebuah program pembinaan pegawai yang digelar pada Sabtu (3/1), sekaligus menjadi penutup rangkaian Rapat Kerja Unit yayasan tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ia dirancang sebagai ruang perjumpaan intensif antara pegawai dengan Al-Qur’an, baik bagi tenaga pendidik maupun nonpendidik, untuk menumbuhkan kecintaan, memperkuat hafalan, sekaligus menajamkan kesadaran spiritual dalam menjalankan peran profesional sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para pegawai mengikuti setiap rangkaian dengan kesungguhan, menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, melainkan sebagai sumber nilai, pedoman sikap, dan penguat iman di tengah dinamika kerja.

Baca Juga:  Srikandi PLN Icon Plus Hadirkan Keceriaan dan Edukasi di Hari Anak Nasional

Kepala HRD Yayasan Bina Insan Taqwa, Widi Setianah, menegaskan bahwa Mukhoyyam Al-Qur’an merupakan bagian dari strategi yayasan dalam membangun karakter pegawai yang berpijak pada nilai-nilai Qur’ani.

“Bersama Al-Qur’an, menjadi Guru Penuntun Peradaban merupakan tagline yang kami usung dalam kegiatan ini. Kami juga menetapkan target ziyadah lima halaman dan murojaah dua juz bagi para hafiz dan hafizah di tanggal 29 Desember 2025, serta target ziyadah tiga halaman dan murjoaah satu juz bagi para hafiz dan hafizah di tanggal 3 Januarai 2026,” ungkap Widi.

Baca Juga:  Kapolres Semarang Minta Peserta Aksi Unjuk Rasa Di Depan Kantor Gubernur Tetap Jaga Prokes dan Tertib

Target yang terukur tersebut diharapkan mampu menjaga konsistensi hafalan para ustaz dan ustazah, sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, fokus, serta semangat ruhiyah yang selaras dengan tuntutan profesionalisme kerja.

Hasilnya cukup menggembirakan. Dalam Mukhoyyam Al-Qur’an kali ini, capaian rata-rata peserta dinilai telah memenuhi target yang ditetapkan. Prestasi tertinggi diraih oleh Nabila Nur Annisa Kusuma Putri, yang mencatatkan ziyadah hingga 13 halaman.

Baca Juga:  CAPLOK, Rancangan Program Berbasis Pelibatan Komunitas untuk Regenerasi Petani Muda

Lebih dari sekadar peningkatan hafalan, Mukhoyyam Al-Qur’an juga menjadi ruang penguat kebersamaan dan sinergi antarpegawai. Nuansa pembinaan yang sarat nilai keagamaan diyakini mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan, semangat kolektif, serta motivasi bersama untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Yayasan Bina Insan Taqwa menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai charger iman, pengisi daya spiritual yang meneguhkan langkah profesional para pendidik. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan, tetapi hadir nyata dalam perilaku, sikap, dan pelayanan yang diberikan kepada peserta didik dan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!