HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Misteri Jasad Pria di Sungai Bedah, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Laporan: Tambah Santoso

PATI | HARIAN7.COM – Suasana tenang Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, mendadak gempar. Siang bolong, Sabtu (17/1/2026), warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di tepi Sungai Bedah. Tubuh itu tergeletak tak bernyawa, menimbulkan tanda tanya sekaligus rasa ngeri di tengah permukiman.

Korban diketahui bernama Ngasimin (34), warga Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar kepada perangkat desa sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati Kota IPTU Heru Purnomo mengungkapkan, jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.50 WIB. Kondisinya sudah tak bergerak, tengkurap di pinggir sungai.

Baca Juga:  Ketua FKUB Kota Salatiga Apresiasi Kerja Keras Pemerintah Atas Diraihnya Penghargaan Dari Kemendagri Sebagai Daerah Favorit Dalam Ajang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif, dan Aman Covid-19

“Korban ditemukan warga dalam posisi tengkurap di tepi sungai. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan Bhabinkamtibmas,” ujar IPTU Heru Purnomo.

Begitu laporan masuk, aparat bergerak cepat. Personel Polsek Pati Kota bersama Sat Samapta Polresta Pati langsung mendatangi lokasi. Garis polisi dipasang, warga diminta menjauh. Polisi juga menggandeng BPBD Kabupaten Pati dan tim relawan untuk mengevakuasi jasad dari aliran sungai.

“Kami langsung mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan BPBD serta tim SAR guna mengevakuasi jenazah korban,” jelas Kapolsek.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Pati 2. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka lecet di tubuh korban. Namun, luka tersebut diduga kuat akibat benturan dengan lingkungan sekitar sungai, bukan karena tindak kekerasan.

Baca Juga:  Solusi Menuju Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19, Gereja ST. Paulus Miki Salatiga Ajak Umat dan Masyarakat Untuk Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” tegas IPTU Heru.

Berdasarkan keterangan dokter, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Proses identifikasi berjalan relatif cepat lantaran identitas korban masih lengkap dan ditemukan di saku celananya.

“Identitas korban masih melekat pada pakaian saat ditemukan, sehingga memudahkan petugas dalam proses identifikasi,” imbuhnya.

Polisi juga menggali keterangan dari pihak keluarga. Dari penuturan keluarga, terungkap bahwa korban sempat mengalami tekanan psikologis akibat persoalan pribadi yang cukup berat sebelum kejadian.

Baca Juga:  Miris! 15 Penerima Bansos Diduga Disunat, Ini Tanggapan Kades Duren dan Kadispermades Kab Semarang

“Keluarga menyampaikan bahwa korban sempat mengeluhkan masalah pribadi yang cukup berat,” ungkap Kapolsek.

Seluruh prosedur kepolisian telah dijalankan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi dengan Inafis dan Satreskrim Polresta Pati. Setelah proses medis rampung, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Pati Kota memastikan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki proses hukum lanjutan.

“Keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini dan membuat surat pernyataan resmi. Dengan demikian, kasus dinyatakan selesai,” pungkas IPTU Heru Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!