HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Rutan Salatiga Jadi Rujukan Studi Tiru Zona Integritas

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga kembali menjadi tujuan studi tiru pembangunan zona integritas antar Rutan. Kali ini, giliran tim pembangunan zona integritas dari Rutan Kelas I Semarang yang berkunjung pada Sabtu (20/9/2025).

Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, beserta jajaran tim zona integritas, menyambut langsung kunjungan yang dipimpin Kepala Rutan Kelas I Semarang, Hendrawan.

“Kami menerima kunjungan tim Rutan Semarang dengan antusias dan tangan terbuka. Kegiatan ini menjadi sarana saling bertukar ilmu dalam rangka Pembangunan Zona Integritas, di mana Alhamdulillah kami telah berhasil meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” kata Anton.

Baca Juga:  Tewas Misterius di Kamar Hotel! Wartawan insulteng.id Ditemukan Membujur Kaku, Penuh Luka dan Kejanggalan

Anton menekankan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kunjungan, melainkan wadah untuk memperkuat pengetahuan dan pengalaman antar Rutan. “Melalui studi tiru ini bukan berarti Rutan Salatiga lebih baik, tetapi bagaimana kita bisa memberikan pelayanan dan program yang bermanfaat untuk masyarakat maupun Warga Binaan. Apa yang ada di Salatiga nantinya bisa diamati, tiru, dan dimodifikasi untuk peningkatan kinerja dan pelayanan publik,” ujarnya.

Baca Juga:  Coklit Pemilu 2024 di Jawa Timur Capai 52,97% dalam 10 Hari: Optimisme dan Tantangan

Kepala Rutan Semarang, Hendrawan, menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan. “Kami ucapkan terima kasih pada jajaran Rutan Salatiga. Semoga ilmu dan sharing pengalaman hari ini dapat diimplementasikan oleh tim Rutan Semarang dan menjadikan output berupa pelayanan publik yang lebih baik,” katanya.

Baca Juga:  Robby Tegaskan Peran BAZNAS sebagai Mitra Utama Pengentasan Masalah Sosial di Salatiga

Rutan Salatiga sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga warga binaan. Keberhasilan meraih predikat WBK, menurut Anton, merupakan hasil sinergi antara petugas, warga binaan, keluarga, masyarakat pengguna layanan, hingga dukungan stakeholder terkait.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!