HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pasca Ricuh, Elemen Masyarakat Salatiga Turun ke Jalan, Gelar Doa Bersama dan Nyatakan Tolak Anarkisme

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Puluhan elemen masyarakat lintas agama di Kota Salatiga, Minggu (31/08/2028), menggelar aksi damai dan doa bersama di depan Mapolres Salatiga. Agenda ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap jajaran Polres, menyusul kericuhan unjuk rasa beberapa waktu lalu yang meninggalkan jejak anarkis.

Kehadiran lintas komunitas ini bukan sekadar simbol kebersamaan, tetapi juga pernyataan sikap: masyarakat Salatiga menolak aksi rusuh yang kerap menyusupi penyampaian pendapat di muka umum. Mereka menegaskan, menjaga keamanan kota bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab semua pihak.

Baca Juga:  Mengintip Mas Pj Sinoeng Masa Kecil, Didik: Sifat Baik dan Cerdas yang Tak Berubah

Salah seorang sesepuh kota, H. Musyowir, tampil memimpin doa lintas agama. Dalam orasinya, ia menegaskan kembali jati diri Salatiga sebagai kota yang cinta damai.

“Aksi ricuh yang terjadi sangat menodai jati diri masyarakat Salatiga. Kami mendukung tindakan tegas aparat keamanan demi mewujudkan situasi kondusif. Salatiga ini Kota Tertoleran, kami siap memberikan dukungan penuh membackup aparat keamanan untuk mencegah aksi anarkis. Kami cinta Polri dan cinta Kapolres Salatiga,” ujar Musyowir disambut tepuk tangan massa.

Baca Juga:  Remisi Imlek 2025: Penghormatan bagi Narapidana Khong Hu Chu di Jateng

Dukungan moral itu sontak membuat jajaran Polres terharu. Kapolres Salatiga, AKBP Vero Ica mengaku energi positif semacam inilah yang menguatkan barisan kepolisian.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ini merupakan kekuatan terbesar bagi aparat Kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkap Kapolres penuh haru.

Baca Juga:  Bos Roti di Cakung Heboh, Anak Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penganiayaan Karyawan

Aksi damai yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama. Pesan yang mengemuka jelas: menolak provokasi, menghindari anarkisme, dan menjaga Salatiga tetap kondusif. Dengan dukungan lintas masyarakat, Polres Salatiga memastikan komitmennya menjaga kota yang selama ini dikenal sebagai “Kota Tertoleran” itu tetap aman dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!