HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Mahasiswa KKN UNNES Sulap Botol Bekas Jadi Lubang Biopori di Noborejo: Kreatif! Cegah Banjir, Kelola Sampah, dan Hemat Biaya

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Ide brilian lahir dari tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Lewat sentuhan kreatif, mereka mengubah botol bekas air mineral menjadi lubang biopori di RT 01 RW 10 Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Kegiatan yang berlangsung pada 27-28 Agustus 2025 ini bukan sekadar aksi peduli lingkungan. Mahasiswa membawa misi besar: mencegah banjir, mengelola sampah organik, hingga mengurangi limbah plastik yang kerap jadi masalah di perkotaan.

“Lubang biopori dengan botol bekas bukan hanya solusi banjir, tapi juga cara mengajarkan warga tentang pentingnya daur ulang,” jelas salah satu mahasiswa KKN.

Baca Juga:  Gawat, Pakar Temukan Zat Kimia Berbahaya dan Potensi Ledakan di Depok

Botol Bekas Gantikan Pipa PVC

Biasanya, biopori dibuat dengan pipa PVC. Namun, tim KKN UNNES mencoba hal berbeda: memodifikasi botol plastik 1,5 liter. Bagian bawah botol dipotong, sisi-sisinya dilubangi, lalu ditanam ke dalam tanah sedalam 80–100 cm. Setelah itu, warga mengisinya dengan sampah organik seperti daun kering, kulit buah, hingga sisa makanan.

Hasilnya? Sampah organik berubah jadi kompos alami, air hujan terserap dengan baik, dan limbah plastik pun berkurang. Tak tanggung-tanggung, selama dua hari kegiatan, mahasiswa bersama warga berhasil membuat 100 lubang biopori.

Disambut Hangat Warga

Antusiasme warga Noborejo terasa sejak awal. Mereka ikut serta dalam pengumpulan botol, penggalian tanah, hingga pengisian lubang dengan sampah organik.

Baca Juga:  Berikan Kepastian Hukum terhadap Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah, Menteri Nusron: Kita Akan Lakukan Percepatan di Tahun 2025

Siswadi, Ketua RT 01, merasa bangga dengan inisiatif ini.

“Kami sangat mengapresiasi ide kreatif menggunakan botol bekas untuk lubang biopori. Ini tidak hanya membantu mencegah kekeringan, tetapi juga mengajarkan kami cara memanfaatkan sampah plastik secara produktif,” ujarnya.

Warga pun berkomitmen untuk melanjutkan program ini secara mandiri. Mereka bahkan sudah mulai mengumpulkan botol bekas untuk proyek lanjutan.

Dukungan dari Pemerintah Kelurahan

Lurah Noborejo, Widhi Cahyo Prasetyo, ikut memberikan apresiasi.

“Inovasi lubang biopori dengan botol bekas adalah contoh nyata bagaimana solusi sederhana dapat memberikan dampak besar. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” katanya.

Baca Juga:  Buka Rakor,Ganjar: "Ini merupakan langkah tepat mengantisipasi persoalan hukum, khususnya yang berkaitan dengan LP dan Rutan Negara"

Bukan Sekadar Lingkungan

Lebih dari sekadar menjaga bumi, kegiatan ini juga menghadirkan rasa kebersamaan. Gotong royong mahasiswa dan warga membuat suasana semakin hangat. Anak-anak dan remaja pun ikut nimbrung, belajar langsung bagaimana cara sederhana menjaga lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 11 (Kota Berkelanjutan), poin 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Dengan ide sederhana berbasis daur ulang, mahasiswa KKN UNNES berhasil mengubah botol bekas menjadi harapan baru bagi warga Noborejo. Kreatif, hemat, dan penuh manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

SPORT

error: Content is protected !!