HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Grup Keroncong Kawula Alit Pamitan ke Wali Kota, Siap Goyang Ajang Nasional

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM  – Suasana Ruang Kerja Wali Kota Salatiga, Jumat (22/8/2025) sore, mendadak penuh alunan semangat keroncong. Bukan tanpa alasan, Grup Keroncong Kawula Alit datang bersilaturahmi sekaligus pamitan kepada Wali Kota Robby Hernawan sebelum berangkat ke ajang nasional.

Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga, Henni Mulyani, rombongan meminta doa restu agar penampilan mereka di Festival Keroncong Impresif Nasional 2025 “Sinkron” di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, bisa berjalan lancar.

Henni menjelaskan, Kawula Alit adalah grup rintisan hasil binaan Grup Keroncong Wong Pitoe, ikon asli Kota Salatiga. “Anak-anak ini adalah bibit prestasi di bidang kebudayaan. Kami mohon doa restu Pak Wali agar mereka bisa tampil maksimal dan pulang membawa juara,” ujar Henni penuh harap.

Sambutan hangat pun diberikan Wali Kota Robby. Ia mengapresiasi perjuangan Disbudpar dan semangat anak-anak Kawula Alit. “Terima kasih Bu Henni, semoga ke depan ada fasilitas dan pembinaan yang lebih baik. Untuk anak-anak, silakan berangkat dengan niat baik, berjuang sekuat tenaga, dan penuh semangat,” katanya.

Tak lupa, Robby berpesan agar anak-anak tak terbebani soal hasil. “Kalah menang itu hal biasa, yang penting sudah berjuang dulu dan tampil seoptimal mungkin. Selamat bertanding, semoga pulang ke Salatiga membawa juara,” tambahnya dengan senyum optimis.

Tak hanya itu, sang Wali Kota juga mengungkapkan impiannya: Salatiga punya gedung kesenian. Harapannya, gedung itu bisa jadi ruang ekspresi sekaligus pusat latihan bagi para seniman kota.

Sementara itu, Ketua Sanggar Wong Pitoe, Asmara Saputra, ikut menyuarakan gagasan regenerasi. “Kami berharap keroncong bisa masuk ke ekstrakurikuler sekolah, seperti di beberapa daerah Jawa Timur. Usulan sudah kami ajukan ke Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Adapun Grup Keroncong Kawula Alit akan menurunkan tim berisi 9 anak usia SMP hingga SMA/SMK/MAN. Target mereka cukup berani: masuk tiga besar pemain ukulele terbaik di ajang nasional bergengsi itu.

Dari Salatiga untuk Indonesia, nada keroncong kembali bergema. Semoga langkah Kawula Alit tak hanya membawa piala, tapi juga mengukuhkan Salatiga sebagai kota kecil dengan talenta musik yang besar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!