HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kirab Mbah Lho Karangrowo Ricuh! Adu Jotos Antar Pemuda, Berakhir Damai

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Suasana semarak Kirab Budaya Haul Mbah Lho di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, mendadak berubah mencekam. Aksi kirab yang awalnya berjalan tertib dan meriah, Minggu (13/7), mendadak diwarnai adu jotos antar pemuda dari dua wilayah berbeda, RW III dan RW IV.

Kericuhan pecah sekitar pukul 14.30 WIB saat iring-iringan kirab tengah menyusuri rute dari perbatasan Pati-Kudus menuju Punden Makam Mbah Lho. Sejumlah pemuda saling ejek hingga memicu adu mulut yang berujung pada baku hantam di tengah kirab. Kejadian ini sontak membuat panitia dan peserta kirab panik.

Menurut informasi yang dihimpun, keributan dipicu oleh kesalahpahaman dan diduga dilatarbelakangi dendam lama antara kedua kelompok pemuda tersebut.

Baca Juga:  Ketika Izin Tempat Wisata Dikesampingkan, Ketegasan Pemkab Semarang Dipertanyakan

Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, saat dikonfirmasi Harian7.com, membenarkan insiden tersebut. “Memang benar adanya keributan saat kirab berjalan tepatnya pada pukul 14.30 WIB, alhamdulillah setelah kejadian itu kedua belah pihak sepakat damai dan tidak dilanjutkan ke ranah hukum,” terang Heri, Senin (14/7/2025).

Soal korban luka, Heri menyebut tidak ada luka serius. “Ada lah mas, hanya luka-luka ringan saja kok dan tidak sampai begitu parah,” imbuhnya.

Kirab tahunan ini sebelumnya menjadi agenda rutin Desa Karangrowo yang mengundang antusiasme warga. Rute kirab menyusuri beberapa dukuh, dengan gunungan aneka bentuk yang diarak warga secara gotong royong hingga ke titik akhir di Punden Makam Mbah Lho. Namun, kekisruhan yang terjadi di tengah perjalanan membuat rencana kirab tahun depan dipertimbangkan untuk ditiadakan.

Baca Juga:  Harga Minyak Mentah Stabil di Tengah Lonjakan Permintaan Bensin dan Bayang-Bayang Tarif Trump

“Untuk tahun depan kemungkinan tidak diadakan dulu, karena mempertimbangkan kejadian kemarin,” tambah Kades.

Pasca kejadian, mediasi pun digelar di Aula Balai Desa Karangrowo. Kedua belah pihak – pemuda RW III dan RW IV – sepakat untuk berdamai dan menandatangani surat pernyataan yang disaksikan oleh unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga anggota DPRD Kudus.

Isi pernyataan tersebut antara lain:

1. Tidak akan mengulangi kerusuhan pada kirab di kemudian hari.

Baca Juga:  Idu Adha 1445, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan, Polres Salatiga Sembelih Lima Sapi dan Sebelas Kambing

2. Tidak akan saling menuntut ke pihak Kepolisian.

3. Jika ada warga yang memulai keributan, maka siap diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kapolsek Undaan AKP Kanan saat dikonfirmasi wartawan hanya memberikan jawaban singkat, “Alhamdulillah ini sudah sepakat damai, bersama tokoh masyarakat mediasi di Balai Desa.”

Kirab budaya yang seharusnya menjadi ajang mempererat persaudaraan, justru sempat ternoda akibat gesekan antar warga. Beruntung, situasi berhasil dikendalikan dan diselesaikan secara damai. Masyarakat berharap, insiden ini menjadi pelajaran agar agenda budaya desa ke depan bisa berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!