HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Perang Melawan Kenakalan Remaja Di Era Digital, Bupati Semarang Ingatkan Pentingnya Pendampingan Orang Tua dan Guru

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha SH MH saat ditemui usai mengikuti acara senam bersama dan jalan sehat.(Foto: Muhamad Nuraeni/harian7.com)

Laporan: Muhamad Nuraeni

UNGARAN | HARIAN7.COM – Dunia digital membawa banyak tantangan baru bagi generasi muda, termasuk maraknya berita hoax dan bahaya tawuran yang dipicu oleh informasi palsu di media sosial. Dalam peringatan HUT RI ke-79, Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, SH MH, memberikan imbauan kepada para orang tua dan guru untuk selalu mendampingi serta mengawasi anak-anak dalam keseharian mereka.

“Kita tidak boleh lengah, seberapa sibuk pun, kita harus tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak kita. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pengaruh negatif dari media sosial,” ujar Ngesti usai menghadiri acara senam bersama dan jalan sehat di Lapangan Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (31/8/2024).

Bupati Ngesti menyoroti pentingnya sosialisasi bahaya narkoba yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak. “Jika anak sudah terkena narkoba, masa depannya akan suram. Maka kita harus waspada dan mencegah hal itu terjadi,” jelasnya saat ditemui harian7.com.

Ngesti juga menekankan bahwa pengawasan harus komprehensif, baik dari sekolah oleh para guru maupun di rumah oleh orang tua. Pengaruh negatif lain seperti perundungan juga menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai.

“Peran kita semua sangat penting. Anak-anak itu masih labil, jadi baik orang tua maupun guru harus berperan aktif dalam menjaga mereka,” tegasnya.

Tidak hanya pemerintah, Ngesti juga menyebutkan pentingnya keterlibatan aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam menjaga situasi tetap kondusif, aman, dan rukun di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, suasana semakin meriah ketika Bupati Ngesti menyanyikan lagu dangdut, diikuti dengan lomba joget yang penuh keceriaan. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah ketika seorang anggota Bhabinkamtibmas memenangkan lomba joget, menambah semangat dan kegembiraan acara.

Senada dengan Bupati Ngesti, Drs. Pujo Pramujito, anggota DPRD Kabupaten Semarang, menegaskan bahwa mencegah kenakalan remaja adalah tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, pendidik, ulama, dan aparat birokrasi. 

“Kenakalan tidak hanya terjadi pada remaja, tapi juga pada orang dewasa. Ini adalah wabah yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Pujo juga menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak, karena banyak kasus perundungan yang berawal dari media sosial.

“Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama. Dukungan dari semua lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya dunia digital,” tutupnya.

Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum penting untuk mengingatkan kembali peran semua pihak dalam menjaga generasi muda dari ancaman sosial yang kian kompleks di era digital ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

SPORT

error: Content is protected !!