HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bikin Resah, Penjual Spring Bed Keliling Diamankan

Laporan: Wahyudin

PURBALINGGA | HARIAN7.COM – Keresahan melanda Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, ketika penjual spring bed Royal keliling dengan mobil grand max warna putih memicu kehebohan di grup Facebook “Wong Kembangan Bukateja.”

Berdasarkan informasi dari warga, penjual ini menawarkan barang dagangannya dengan modus pemaksaan dan bahkan meminta beras dengan alasan belum makan.

Manto, warga Desa Kembangan, yang menjadi sumber informasi tersebut, membenarkan kejadian tersebut bukanlah hoaks. 

Baca Juga:  Dandim 0701/Banyumas Ajak Anggota Untuk Bijak Dalam Bermedia Sosial

“Saya melihat langsung, si penjual spring bed mengetuk pintu dengan unsur pemaksaan. Setelah ditolak, tanpa malu-malu dia meminta beras untuk dimasak karena belum makan,” ungkap Manto saat diwawancarai oleh harian7.com.

Penjual tersebut, bersama dua orang sopirnya, berpawakan kecil tinggi dengan tatto dan lubang besar di kuping.

Modusnya yang memaksa membuat warga merasa terganggu. Bahkan, beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa penjual ini tidak hanya menawarkan kasur spring bed, tetapi juga memaksa warga untuk membelinya.

Baca Juga:  Polsek Kawasan Pelabuhan Cilacap Selesaikan Kasus Kehilangan Dompet Melalui Mediasi Problem Solving

Pada hari Senin/Selasa kemarin, penjual tersebut masih beroperasi di wilayah Desa Kembangan. Setelah informasi viral, banyak warga lain, termasuk di Desa Majasari, mengalami ketidaknyamanan serupa. Beberapa bahkan mengusir penjual tersebut untuk pindah lokasi jualannya.

Video penangkapan penjual spring bed keliling oleh warga kemudian menjadi viral. Pihak Polsek Susukan turut serta dalam menangani kasus ini. 

Baca Juga:  Buntut Dugaan “Hubungan Asmara” Oknum Kejaksaan dengan Siswi SMA, Itu Bukan Tanggungjawab Sekolah

Warga Desa Kembangan mengharapkan agar pedagang keliling dapat berjualan tanpa unsur pemaksaan dan tidak meminta-minta beras, khususnya kepada yang lebih rentan seperti nenek-nenek.

“Harapan kami selaku warga Kembangan, boleh berjualan asal tanpa pemaksaan dan tidak meminta-minta beras. Kami mengajak warga sekitar agar selalu waspada dan hati-hati terhadap modus dagang yang tidak etis,” tegas Manto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!