HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

DLH Kab Semarang Bersama YPCII Selenggarakan Monitoring Evaluasi TPS3R

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Semarang Heru Purwantoro saat membuka kegiatan monitoring dan evaluasi TPS3R, yang diselenggarakan di hotel C3 Ungaran, Selasa (14/11/2023). 


UNGARAN | HARIAN7.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Yayasan Pendampingan Cinta Indonesia (YPCII) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi TPS3R, yang diselenggarakan di hotel C3 Ungaran, Selasa (14/11/2023). 

Kepala Dinas DLH Kabupaten Semarang, Heru Purwantoro mengatakan, YPCII sendiri ini yang bermitra dengan danone dan danone sendiri salah satu produknya adalah aqua serta mendampingi TPS3R di Kabupaten Semarang. 

“YPCI sendiri sudah ada tanda tangan dengan Pemerintah Kabupaten Semarang dan saya juga mengucapkan terima kasih karena sudah didampingi terkait persampahan dengan edukasi kepada masyarakat sekolah terus pelatihan dengan alat-alat sampah, pemilihan sampah dan mesin sampah,”ujarnya.

Baca Juga:  Api Tungku Masih Membara Ditinggal Kesawah, Rumah Petani Ludes Terbakar

Menurutnya, Kegiatan ini kalau dihitung mencapai ratusan juta. YPCI juga turun serta kebawah ke TPS3R untuk mengumpulkan ini sendiri dan mereka semua yang membiayai. 

“Ini sangat luar biasa yayasan yang sangat peduli terhadap lingkungan dan tidak ada pamrih apapun, seperti pamrih politik dan pamrih agama juga tidak ada sama sekali ini murni ini masalah lingkungan dan kebersihan,” jelasnya. 

Baca Juga:  Kesiapan New Normal, Pemkab Cilacap Gelar Rapar Evaluasi

Heru menuturkan, Acara ini sendiri untuk mengedukasi khususnya untuk meningkatkan sumber daya masyarakat persampahan di TPS3R dan sampah itu sendiri dari rumah sudah bisa dikurangi di sejumlah tempat pembuangan sampah sudah dibuat serta diolah. 

“Harapannya sendiri sampah yang dibuang di tempat pembuangan sampah daerah Brondo sudah di minimalisir dan produksi sampah di Kabupaten Semarang. menurut teori mencapai 523 ton, tetapi yang bisa di bawa di tempat pembuangan sampah blundo baru 196 ton,”jelasnya. 

Heru menambahkan, Sisa sampah tersebut juga dioalah di TPS3R, dikelola di bank sampah dan unit sendiri ada di desa-desa serta ada data sekitar 161 bank sampah di Kabupaten Semarang dan juga sudah dibentuk bank sampah unit se Kabupaten Semarang. 

Baca Juga:  Apresiasi Siswa Berprestasi Di Lingkungan Perusahaan, PT S2P Berikan Beasiswa

“Harapannya ini adalah sampah membawa berkah dan sampah sendiri kalau dikelola dengan baik itu akan bisa menjadikan uang. Sampah sendiri itu emas yang belum diketahui oleh masyarakat karena dari plastik, kompos, dari sisa makanan restoran semua itu kalau diolah dan dipilah semua itu pada initinya bisa jadi uang,” pungkasnya. 

Penulis : Andi Saputra

Editor    : Sodiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!