Pertahankan Produksi Secara Manual, Gerabah “Mak Monah” Berharap Bisa Bersaing Di Pasaran Dan Jadi Wisata Edukasi
Penulis : Wahono
Kontributor | Temanggung
![]() |
| Berbagai jenis gerabah “Mak Monah” yang masih bertahan hingga tiga turunan. |
TEMANGGUNG| HARIAN7.COM – Ditengah maraknya berbagai jenis perabot yang dijual di pasaran, Mak Monah salah satu pembuat gerabah yang masih bertahan hingga tiga turunan ini tetap memproduksi secara handmade khas gerabah Indonesia dari mulai pengambilan bahan baku sampai proses produksi hingga menghasilkan gerabah yang sudah jarang ditemui.
Sindi Nurchaeni (31) yang merupakan penerus generasi ke tiga pemilik gerabah Mak Monah ini mengatakan bahwa hal ini merupakan usaha turun temurun.
“Dari awal memproduksi gerabah dulu sampai sekarang tidak berubah dengan cara manual dan cetak,” Ujar Sindi ketika di sambangi harian7.com di toko gerabahnya, Tegowanuh, Kaloran, Temanggung, Sabtu (2/9/2023).
Menurut Sindi bahan baku untuk produknya didapat dari sawah sekitar kampungnya, setelah di selep, tanah liat baru di bentuk sesuai produk yang akan di hasilkan memakai alat tradisional. Proses selanjutnya di jemur sampai kering dan di bakar. Produk yang di buatnya juga menyesuaikan pesanan pelanggan di samping juga mempertahankan produk tradisional.
” Proses memakan waktu kurang lebih empat hari, setelah selesai saya pajang untuk dijual, selain itu saya juga memasarkan dengan sistem online. Diantaranya cerobong asap, genting, pot bunga, kendi, sampai pot untuk akuarium. Alhamdulillah sudah bisa menjual sampai keluar kota,” ujarnya
Selain memproduksi gerabah, Mak Monah berharap sekolah- sekolah di Temanggung khususnya supaya bisa mengajak siswanya untuk berwisata edukasi ke tempat produksi gerabahnya. Disana pengunjung akan di ajari dan bisa praktek membuat gerabah secara langsung di tempat dimana dulu nenek moyangnya pertama kali membuat gerabah.
” Harapan saya ada perhatian kerjasama dengan pemerintah untuk kami pelaku usaha kecil yang harus bertahan dan berjuang di tengah maraknya produk modern dari luar negeri, baik itu di beri dukungan, bimbingan dan di bantu untuk pemasaran, sehingga produk yang masih tradisional bisa berkembang di kemudian hari,” Pungkasnya.













Tinggalkan Balasan