HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Sembelih Hewan Kurban Ditemukan Kasus Hati Sapi Bercacing, Dispangtan Salatiga Pastikan Diafkir

Dokter Hewan dari Dinas Pangan dan Peternakan (Dispangtan) Kota Salatiga saat memeriksa hati sapi hewan kurban.

Laporan: Bang Nur

SALATIGA,harian7.com – Sembelih hewan kurban milik warga  di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga, Dinas terkait menemukan kasus hati sapi bercacing.

Adanya temuan ini, Dinas Pangan dan Peternakan (Dispangtan) Kota Salatiga memastikan untuk diafkir dengan cara di kubur. 

Baca Juga:  Pabrik Garmen di Bawen Dibobol Maling, Uang Rp 614 Juta dan Koin Emas Raib

“Temuan hati sapi bercacing lantaran kondisi sapi memang saat pemberian pakan tidak mengandung kotoran,” kata Kepala Dispangtan Salatiga Henny Mulyani, kepada wartawan, Minggu (10/7/2022). 

Henny menyampaikan, dengan adanya kasus temuan hati sapi mengandung cacing ini, ia menegaskan ini bukan karena tergolong kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). 

Ungkapan senada disampaikan oleh dokter hewan Dispangtan Salatiga, Nimas. Ia menjelaskan bahwa hati sapi mengandung cacing karena memang terinfeksi cacing. 

Baca Juga:  Hari pertama Ops Lilin Candi 2022, Kapolres Semarang Cek sejumlah Pospam

Biasanya lafa ini, masih kata dia, biasanya terbawa saat sapi sehat mengkonsumsi makanan mengandung atau menempel kotoran yang di pakan. 

“Lafa cacing bergerak di air, sehingga ketika makanan ternak sehat itu makan pakan mengandung kotoran dari hewan lain yang mengandung lafa tadi otomatis akan tertular,”jelas Nimas. 

Baca Juga:  Tinggal di Kandang Kambing, Akhirnya Sudiyono Mendapat Bantuan Bedah Rumah

Nimas menandaskan,  karena memang hati sapi mengandung cacing tidak layak konsumsi lebih baik dibuang dengan cara dikubur. 

“Sapi yang hatinya mengandung cacing, jauh dari faktor wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Tapi memang itu sudah tidak layak konsumsi,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!