SALATIGA, HARIAN7.COM – Sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat siswa mengejar nilai akademik. Lingkungan pendidikan juga harus aman, bebas perundungan (bullying), serta mampu mendukung tumbuh kembang anak secara fisik dan psikologis.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) promosi dan mutasi kepala sekolah dasar (SD) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Robby menyerahkan SK kepada 13 penerima yang terdiri dari delapan kepala sekolah hasil promosi, tiga kepala sekolah yang dimutasi, dan dua pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.
Penyerahan SK berlangsung di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Kegiatan itu disaksikan Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Dewan Pendidikan, serta sejumlah tamu undangan.
Robby menegaskan, kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar karena sekolah dasar merupakan tempat anak mulai membangun fondasi pengetahuan sekaligus membentuk karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan.
Menurut dia, kepala sekolah harus mampu menjadi teladan bagi guru maupun siswa yang dipimpinnya.
“Kepala sekolah harus menjadi role model untuk semua guru maupun murid yang dipimpinnya. Untuk itu, kepada penerima SK hari ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan mutu pendidikan di era ini,” ujar Robby.
Ia juga mengingatkan bahwa peran guru, terutama kepala sekolah, tidak boleh berhenti sebatas menyampaikan materi pelajaran.
Lebih dari itu, tenaga pendidik harus menjadi agen perubahan dan pembentuk peradaban melalui lingkungan pendidikan yang sehat dan berpihak kepada anak.
Robby meminta para kepala sekolah menggerakkan seluruh tenaga pendidik agar tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memastikan sekolah menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas bullying.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari target Pemerintah Kota Salatiga meningkatkan predikat Kota Layak Anak (KLA) dari kategori Madya menjadi Nindya.
“Bagaimana mengakomodasi tumbuh kembang anak secara fisik maupun psikis. Ini tengah kita optimalkan sebagai salah satu ikhtiar menciptakan iklim belajar mengajar yang sehat,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati, menjelaskan bahwa promosi dan mutasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan di sekolah.
Dari delapan kepala sekolah yang mendapatkan promosi, lima orang berasal dari jalur reguler melalui pendidikan dan pelatihan bakal calon kepala sekolah. Adapun tiga lainnya melalui jalur nonreguler berdasarkan seleksi internal tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah.
“Pada hari ini untuk promosi kepala sekolah dasar ada delapan orang, mutasi kepala SD ada tiga orang, dan penyerahan SK Plt ada dua orang,” jelas Mudjiati.
Setelah penyerahan SK, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Kota Salatiga Tahun 2026.
Sosialisasi tersebut diikuti para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Salatiga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas, transparansi, serta meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan pendidikan.
Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang baru, tantangannya bukan sekadar membuat sekolah berprestasi, tetapi juga memastikan setiap anak merasa aman, nyaman, dan mendapatkan haknya untuk belajar tanpa rasa takut.









Tinggalkan Balasan