BANCAK, HARIAN7. COM – Mantan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan sekaligus Bendahara Desa Bantal, Siti Kumaidatul Kasanah, S.H., memantapkan diri untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang. Mengusung jargon “Merakyat, Amanah, Ngayomi”, putra asli desa ini rela melepaskan jabatan strukturalnya demi membawa perubahan yang lebih baik bagi tanah kelahirannya.
Siti Kumaidatul Kasanah menyampaikan bahwa keputusannya untuk maju didasari oleh motivasi pribadi untuk mengabdikan diri secara penuh kepada masyarakat. Ia ingin memastikan tata kelola pemerintahan, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan sektor perekonomian warga Desa Bantal mengalami peningkatan yang signifikan ke depannya.
“Motivasi dari saya pribadi yaitu untuk membuat perubahan-perubahan di Desa Bantal menjadi yang lebih baik lagi. Melihat perkembangan sejauh ini, saya ingin mengabdikan diri agar bermanfaat untuk masyarakat dan menjadikan Desa Bantal jauh lebih baik dari apa yang sudah ada saat ini,” ujar Siti Kumaidatul Kasanah saat diwawancarai, Selasa (27/10/2026).
Melalui visi mewujudkan Desa Bantal yang Gemah Ripah Lohjinawi, sarjana hukum pidana ini memprioritaskan lima misi utama. Fokus pertamanya adalah memperkuat tata kelola pemerintahan desa dan meningkatkan kualitas SDM lokal. Strategi yang akan ia jalankan bertumpu pada pembangunan kapasitas warga serta penggalian potensi desa yang belum tergarap optimal.
Ia menjelaskan bahwa karena program Dana Desa sudah berjalan secara reguler, fokus strateginya kini akan diarahkan pada penguatan kapasitas manusia dan ekonomi warga. Ia berkomitmen untuk mencari dan menciptakan produk atau kegiatan unggulan yang bisa menjadi branding khas Desa Bantal, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Selain fokus pada program kerja, Siti juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial selama proses politik berlangsung. Ia mengimbau seluruh warga, khususnya para tim sukses masing-masing kandidat, untuk menjaga kerukunan dan menciptakan iklim demokrasi yang sejuk di tingkat desa.
“Mari kita ciptakan pesta politik demokrasi Desa Bantal ini dengan situasi yang kondusif, aman, tentram, dan damai. Mari masing-masing calon kita tonjolkan dan promosikan program masing-masing, jangan sampai kita saling menjatuhkan agar kita bisa berkompetisi secara sehat,” tegasnya menutup pembicaraan.(*)









Tinggalkan Balasan