UNGARAN,HARIAN7.COM – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa bulan terakhir memicu krisis air bersih yang kian meluas. Merespons kondisi kritis tersebut, Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) Hamong Projo Kabupaten Semarang, H. Samsudin, SH yang akrab disapa Doyok, merogoh kocek pribadi untuk menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan puluhan ribu liter air bersih yang sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu ke sejumlah titik desa yang mengalami kekeringan ekstrem.

Penyaluran bantuan ini menyasar daerah-daerah yang sumber mata airnya telah mengering total, sehingga memaksa warga mengandalkan pasokan luar untuk kebutuhan domestik sehari-hari. Guna memastikan pemerataan, armada truk tangki yang dibiayai mandiri tersebut dikerahkan setiap hari secara bergilir dan berpindah-pindah menyisir titik-titik krisis, di antaranya Kecamatan Bringin :Desa Wiru, Lebak, Truko, Pakis, Rembes hingga wilayah Kecamatan Bancak.

Sebagai pucuk pimpinan organisasi yang menaungi para kepala desa di Kabupaten Semarang, H. Samsudin menyatakan bahwa inisiatif menggunakan anggaran pribadi ini diambil demi memotong jalur birokrasi yang kerap memakan waktu. Menurutnya, bantuan resmi pemerintah sering kali membutuhkan proses administrasi yang panjang, sementara kebutuhan air bersih bagi warga di akar rumput bersifat sangat mendesak dan tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, selaku Ketua Paguyuban Hamong Projo, ia memilih bergerak cepat secara swadaya guna meringankan beban masyarakat rural yang terdampak paling parah.

Di lokasi pembagian air pada Minggu(18/10/2026), puluhan warga tampak mengantre tertib dengan membawa jerigen, ember, hingga galon sejak pagi hari. H. Samsudin, SH diwakili timnya turun langsung memantau jalannya distribusi guna memastikan seluruh perwakilan kepala keluarga mendapatkan pasokan secara merata.

“Kami di Paguyuban Hamong Projo tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara kita di pelosok desa harus berjalan berkilo-kilometer atau mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendapatkan seember air. Anggaran ini murni dari kantong pribadi saya sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada warga. Puluhan ribu liter air bersih ini kami salurkan setiap hari dan polanya berpindah-pindah lokasi agar desa-desa seperti Wiru, Kebak, Truko, Pakis, dan Bancak mendapatkan penanganan yang cepat dan adil,” ujar H. Samsudin, SH alias Doyok saat memberikan keterangan di sela-sela penyerahan bantuan.

Kegembiraan dan rasa syukur terpancar jelas dari raut wajah para penerima manfaat. Salah seorang warga setempat, Sumarni (45), mengungkapkan bahwa bantuan ini laksana penyelamat di tengah situasi pelik yang dihadapi keluarganya.

“Sudah hampir dua bulan sumur di rumah kering sama sekali. Biasanya kami terpaksa membeli air tangki eceran yang harganya sangat mahal, atau mengambil air di sungai yang mulai keruh. Bantuan gratis yang dibiayai langsung dari kantong pribadi Pak Doyok selaku Ketua Hamong Projo ini sangat berharga untuk menyambung hidup kami. Kami sangat kagum dan berterima kasih atas kepedulian nyata beliau,” kata Sumarni dengan mata berkaca-kaca.

Aksi droping air bersih yang didanai secara swadaya oleh Ketua Paguyuban Kades Hamong Projo ini direncanakan akan terus menyisir zona merah kekeringan lainnya di Kabupaten Semarang secara berkala selama intensitas hujan belum normal, sebagai komitmen jangka pendek dalam penanggulangan dampak kemarau panjang di sektor domestik masyarakat.(*)