DEPOK | HARIAN7.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus memperkuat komitmennya dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membuka Unit Pengolahan Sampah (UPS) sebagai ruang edukasi terbuka bagi pelajar dan masyarakat umum.
Terbaru, sebanyak 113 siswa, 4 guru pendamping, dan 8 orang tua murid dari SDN Mekarjaya 1 melakukan kunjungan edukasi pengelolaan sampah ke tiga fasilitas UPS di wilayah Depok, baru-baru ini.
Kepala Dinas LHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengungkapkan bahwa pengenalan sistem pengolahan sampah sejak usia sekolah sangat krusial untuk merubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
”Unit Pengolahan Sampah di Kota Depok tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas teknis pengolahan sampah, tetapi juga dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Pelajari Pengolahan Kompos hingga Pelet Arang
Dalam kunjungan lapangan tersebut, para siswa diajak mengamati secara langsung berbagai teknologi penanganan dan pemanfaatan sampah berbasis nilai guna:
- UPS Merdeka 1: Rombongan mempelajari proses memilah dan mengolah sampah organik rumah tangga hingga menjadi pembenah tanah atau kompos bermutu.
- UPS Merdeka 2: Siswa dikenalkan pada metode biokonversi menggunakan maggot (Black Soldier Fly), yang efektif mengurai sampah organik dalam skala besar sekaligus menghasilkan pakan ternak berprotein tinggi.
- UPS Merdeka 3 / TOSS (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu): Para peserta melihat langsung inovasi pengolahan sampah spesifik, seperti ranting pohon yang diubah menjadi pelet arang untuk sumber energi biomassa.
Membangun Ekosistem Kelestarian Alam
Reni menegaskan, edukasi seperti ini diharapkan dapat mengikis stigma bahwa sampah semata-mata adalah sumber masalah lingkungan.
”Kami ingin masyarakat menyadari bahwa sampah yang selama ini dianggap merugikan, jika dikelola dan diperlakukan dengan baik, justru menjadi bahan baku produktif. Ada yang jadi kompos, pakan maggot, hingga pelet arang,” tutur Reni.
Lebih lanjut, Reni berharap pengalaman belajar langsung di lapangan ini mampu membentuk kebiasaan pemilahan sampah dari rumah serta memperkuat ekosistem keberlanjutan lingkungan hidup di Kota Depok secara jangka panjang.









Tinggalkan Balasan