Laporan: Wahono

TEMANGGUNG, HARIAN7.COM – Turunan tajam Rujak Asem di Jalan Raya Candiroto-Bejen, Kabupaten Temanggung, kembali menjadi lokasi kecelakaan maut. Empat kendaraan terlibat tabrakan beruntun pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Seorang pengemudi truk tewas setelah kendaraannya terlindas truk tronton.

Kecelakaan terjadi di sekitar Makam Dusun Saren, Desa Bejen, Kecamatan Bejen. Polisi menduga truk tronton mengalami gangguan pengereman, tetapi penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Yosra Meidicta Mandung menjelaskan, empat kendaraan yang terlibat yakni truk Hino tronton bernomor polisi G 8203 OA, truk dump pengangkut pasir F 8528 VA, truk pengangkut helm AB 8575 BA, dan mobil pikap T120 SS R 8909 PA.

Kecelakaan bermula ketika truk tronton yang dikemudikan AS (42), warga Ngadirejo, melaju dari arah Candiroto menuju Bejen. Saat melewati turunan tajam Rujak Asem, truk tersebut mengalami kendala pengereman hingga kehilangan kendali.

Truk tronton kemudian menabrak bagian belakang truk pengangkut pasir yang berada di depannya. Setelah benturan pertama, tronton oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.

Dari arah Bejen, melaju truk pengangkut helm yang dikemudikan G (48), warga Imogiri, Bantul. Tabrakan adu banteng pun tak terhindarkan. Kedua kendaraan oleng ke kiri, hingga truk pengangkut helm terlindas truk tronton.

Pada saat bersamaan, truk pengangkut pasir yang sebelumnya tertabrak juga oleng ke kanan. Dari arah berlawanan, sebuah mobil pikap melaju hingga terjadi benturan ketiga.

“Sehingga melibatkan empat kendaraan yang terlibat terjadilah kecelakaan beruntun tersebut,” terang Yosra.

Akibat kejadian itu, G mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, AS, pengemudi truk tronton, mengalami cedera pada bagian kaki.

Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan gangguan pengereman pada truk tronton.

“Dugaan kami masih dalami. Jadi belum ada kepastian. Sementara info dari pengemudi hanya tidak bisa mengendalikan kendaraannya, kemudian oleng ke arah kanan,” pungkas Yosra.

Proses evakuasi empat kendaraan berlangsung selama berjam-jam. Arus lalu lintas di jalur Candiroto-Bejen pun sempat mengalami kemacetan.