Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Usai menyelesaikan musim giling tahun 2026, Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) langsung “tancap gas” menggelar kegiatan Tanam Perdana Bongkar Ratoon (BR) tebu. Langkah ini diambil guna memacu dan mendukung percepatan target swasembada pangan nasional.

Pelaksanaan tanam perdana secara simbolis dipusatkan di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis pagi (8/10/2026). Kegiatan ini menyasar dua area lahan utama, yaitu di wilayah Kaliwungu (Kudus) dan Mayong (Jepara).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, S.P., M.Si., serta General Manager (GM) PG Rendeng, Fahmi Erwin Hatmoko beserta jajarannya. Turut hadir pula unsur Muspika, Dinas Pertanian, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Gapoktan, Kepala Desa Kaliwungu, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen PG Rendeng di bawah kepemimpinan Erwin Hatmoko yang sigap bergerak melakukan penanaman kembali segera setelah masa giling usai.

“Kudus ini sangat membanggakan. Dari penetapan CPCL (Calon Petani dan Calon Lahan) dengan target 572 hektar, capaiannya bisa maksimal,” tutur Heru.

Melihat potensi tersebut, Heru pun menantang untuk melakukan perluasan area lahan pada tahun depan menjadi 700 hektar, yang berarti dibutuhkan penambahan lahan tebu baru sekitar 128 hektar.

Tak hanya fokus pada komoditas tebu, Heru menambahkan bahwa Dirut PT SGN Mahmudi juga siap mendukung perluasan komoditas lain di kawasan pegunungan Muria Raya, seperti pengembangan bibit tanaman kopi, kelapa, lada, pala, jambu mete, hingga kakao.

Secara nasional, pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu sekitar 100.000 hektar, di mana Jawa Tengah mendapat porsi target optimalisasi lebih dari 1.000 hektar.

Guna menunjang keberhasilan program ini, Dirut PT SGN, Mahmudi, menyerahkan bantuan tahap awal berupa pompa air dan sumur bor. Secara nasional, PT SGN menyediakan 1.000 unit pompa air yang dibagikan ke kelompok tani di pelbagai wilayah Indonesia, termasuk mitra tani di Kudus dan Jepara.

Khusus untuk Kabupaten Kudus, diserahkan bantuan sebanyak 21 unit pompa air beserta sumur bor. Selain itu, Kementerian Pertanian juga menyalurkan bantuan benih/bibit tebu unggul (BR/PA) kepada sejumlah kelompok tani mitra, salah satunya Kelompok Tani “Tani Makmur”.

“Diharapkan bantuan pompa dan benih ini bisa mempercepat proses tanam, memberi motivasi kepada para kelompok tani, serta meningkatkan kualitas tebu di Kudus dan Jepara. Pada akhirnya, ini akan berdampak positif pada peningkatan perekonomian petani,” jelas Mahmudi.

Program Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian swasembada gula konsumsi (Gula Kristal Putih) dapat terealisasi pada tahun 2026 ini, dengan target produksi nasional meningkat menjadi sekitar 3 juta ton, naik dari capaian sebelumnya sebesar 2,68 juta ton.

Sementara itu, GM PG Rendeng, Fahmi Erwin Hatmoko, mengungkapkan optimismenya terhadap capaian produksi. Seluruh tebu milik PG Rendeng maupun mitra pada musim 2025 telah selesai tergiling di tahun 2026 dengan hasil yang sangat memuaskan.

“Tebu yang sudah tergiling, baik dari PG Rendeng maupun mitra, mencatatkan kenaikan produksi gula hingga 110 persen. Kami berharap seluruh potensi tebu yang ada di Kabupaten Kudus dapat terserap secara maksimal di Pabrik Gula Rendeng,” pungkas Erwin.