Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA, HARIAN7.COM – Yakuza Maneges menyiapkan pendampingan hukum dan posko pengaduan bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum maupun menjadi korban kekerasan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam deklarasi Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang yang digelar di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026) malam.
Penasehat Yakuza Maneges Salatiga dan Semarang, Mukarrom, mengatakan posko pengaduan nantinya dapat diakses masyarakat selama 24 jam melalui sejumlah kanal media sosial.
“Kami ingin masyarakat peduli terhadap kaum marginal dan korban yang tidak berani melapor. Kami siapkan lawyer untuk mendampingi korban,” kata Mukarrom.
Menurut dia, pendampingan tidak akan melihat latar belakang pihak yang terlibat dalam suatu persoalan, termasuk apabila perkara tersebut berkaitan dengan tokoh yang memiliki pengaruh di masyarakat.
Mukarrom mengatakan keberadaan Yakuza Maneges diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam mencari keadilan.
“Tujuannya mengajak semua lapisan masyarakat untuk amar makruf nahi mungkar. Masyarakat harus ikut berperan bersama aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan,” ujarnya.
Ia mengatakan Yakuza Maneges sebelumnya telah melakukan sejumlah kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk memberikan bantuan air bersih di Gunungkidul.
Organisasi tersebut juga disebut telah melakukan pendampingan terhadap korban dalam perkara yang sedang berproses secara hukum.
“Kuncinya korban berani speak up. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa terzalimi atau tertindas. Kami siap membantu mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan,” kata Mukarrom.
Deklarasi tersebut dihadiri Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama istri, Wakil Wali Kota, Ninas Agustin beserta suami, jajaran Forkopimda, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta Pendiri Yakuza Maneges Den Gus Thuba Topo Broto Maneges.
Kegiatan diawali dengan Tari Gambyong yang dibawakan Sanggar Sari Muda Budaya.
Dalam sambutannya, Robby mengingatkan agar keberadaan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota maupun kuatnya solidaritas internal.
“Ketika semangat persaudaraan dipadukan dengan tanggung jawab sosial, maka organisasi akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menghadirkan perubahan positif,” kata Robby.
Ia berharap Yakuza Maneges dapat menjadi bagian dari solusi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Jadikan Yakuza Maneges sebagai organisasi yang keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, jadi bagian dari solusi dan turut berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, harmonis, dan berkeadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplex, mengatakan deklarasi di Salatiga menjadi tonggak penting perjalanan organisasi sekaligus momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Deklarasi di Salatiga merupakan deklarasi keenam Yakuza Maneges.
Ketua Yakuza Maneges Wilayah Kota Salatiga dan Semarang, Darisman, S.H., M.Kn., mengatakan organisasi tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul.
Menurut dia, Yakuza Maneges juga menjadi ruang untuk melakukan perubahan, pembinaan, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.









Tinggalkan Balasan