DEPOK | HARIAN7.COM — Kota Depok dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan peringatan Hari Sungai Sedunia yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Berbagai kegiatan aksi lingkungan dan edukasi digelar di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, mulai dari penebaran benih ikan hingga aksi bersih-bersih sungai.
Peringatan Hari Sungai Sedunia tahun ini diselenggarakan secara kolaboratif dengan melibatkan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Depok, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) KLH, serta kader TP PKK Kota Depok.
Rangkaian acara diawali dengan dialog interaktif antara Penasihat DWP KLH, Alia Febyani Jumhur Hidayat, bersama para kader DWP dan PKK Kota Depok. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Wali Kota Depok, serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyampaikan bahwa pemaknaan peringatan Hari Sungai Sedunia hendaknya dikembalikan pada hakikat air sebagai sumber kehidupan utama masyarakat.
”Sesuai dengan tema kegiatan, air adalah sumber kehidupan karena sebagian besar kebutuhan hidup manusia bergantung pada air. Oleh karena itu, ketersediaan dan kualitas air harus selalu menjadi prioritas bersama,” ujar Reni di sela-sela kegiatan,Senin (28/9/2026)
Tantangan Pencemaran di Ciliwung
Meski peran air begitu vital, Reni mengungkapkan bahwa upaya menjaga kualitas air sungai masih menghadapi persoalan kompleks, khususnya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah Kota Depok.
Ia membeberkan sejumlah pelanggaran dan kebiasaan buruk masyarakat yang masih sering ditemui di kawasan bantaran sungai. Salah satu tantangan terberat adalah pembuangan sampah domestik, baik padat maupun cair, yang dibuang langsung ke badan sungai maupun di tepi bantaran.
”Dampaknya, di sepanjang Ciliwung masih banyak ditemukan tempat pembuangan sampah (TPS) liar dan praktik pembakaran sampah secara terbuka,” tutur Reni.
Selain masalah sampah, fenomena keberadaan bangunan liar di bantaran sungai juga menjadi perhatian serius. Reni menegaskan bahwa mendirikan bangunan di garis sempadan sungai sangat berbahaya karena memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor.
”Kami juga masih mendapati warga yang memelihara hewan ternak seperti kambing dan ayam di tepi sungai dengan posisi kandang berada tepat di atas aliran air. Ditambah lagi, limbah cair domestik dari permukiman warga masih banyak yang dialirkan langsung tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu,” jelasnya.
Aksi Nyata dan Imbauan untuk Warga Depok
Sebagai pemungkas rangkaian kegiatan, seluruh pejabat, pimpinan instansi, serta peserta aksi turun langsung melakukan penebaran benih ikan serta kerja bakti pembersihan sampah secara masif di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.
Mengingat sebagian besar warga di sepanjang aliran Ciliwung memanfaatkan air sungai untuk menopang berbagai aktivitas sehari-hari, Reni mengajak seluruh warga Kota Depok untuk meningkatkan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.
”Harapan kami, masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing dan tidak lagi membuang limbah maupun sampah langsung ke sungai. Langkah ini penting agar kualitas air sungai tetap terjaga, bersih, dan aman dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Reni menandaskan.









Tinggalkan Balasan