Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA,HARIAN7.COM – Penghargaan soal toleransi ternyata tidak selalu harus berujung pada nama pemerintah daerah. Bagi Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, penghargaan yang diterimanya justru menjadi pengingat bahwa menjaga keberagaman merupakan pekerjaan bersama seluruh masyarakat.
Hal itu disampaikan Robby setelah menerima penghargaan dalam ajang Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 yang digelar di Patra Semarang Hotel & Convention, Jumat (25/9/2026).
Dalam ajang tersebut, Robby mendapat penghargaan kategori Kepala Daerah Inovatif dalam Inklusivitas Budaya dan Toleransi.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya membangun kehidupan masyarakat yang inklusif, sekaligus menjaga keberagaman dan toleransi di Kota Salatiga.
Namun, Robby tidak ingin penghargaan itu hanya dimaknai sebagai keberhasilan dirinya atau Pemerintah Kota Salatiga.
“Tentunya penghargaan ini bukan untuk Wali Kota, bukan untuk Pemerintah Kota Salatiga, tetapi untuk seluruh warga masyarakat Kota Salatiga,” tegasnya.
Pernyataan tersebut seolah menegaskan bahwa toleransi di Salatiga bukan sekadar program pemerintah yang berhenti di atas kertas. Kehidupan masyarakat yang beragam justru menjadi bagian dari keseharian warga.
Dengan kata lain, pemerintah bisa membuat kebijakan, tetapi praktik toleransi tetap kembali kepada masyarakat yang menjalani kehidupan sehari-hari.
Bukan Hanya Salatiga
Pada malam penghargaan tersebut, Salatiga tidak hanya membawa pulang satu apresiasi.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Salatiga juga meraih penghargaan dalam kategori Inovasi Kecepatan Penanganan Gangguan melalui Unit Reaksi Cepat (URC).
Penghargaan itu menjadi apresiasi lain terhadap inovasi pelayanan publik di Kota Salatiga, khususnya dalam merespons gangguan layanan air kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi juga hadir langsung dalam acara tersebut.
Ahmad Luthfi menerima penghargaan kategori Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi turut menyampaikan apresiasi kepada Jawa Pos dan Radar Semarang karena dinilai memiliki peran dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi yang relevan dan akurat di tengah derasnya arus informasi serta maraknya hoaks.
Bagi Salatiga, penghargaan tahun ini pun memiliki makna yang cukup sederhana: menjaga toleransi bukan pekerjaan satu orang, apalagi hanya milik pemerintah.
Sebab, keberagaman bisa menjadi kekuatan sebuah kota ketika masyarakatnya ikut menjaga ruang hidup bersama.
Dan di situlah penghargaan tersebut akhirnya kembali kepada mereka yang setiap hari menjalani kehidupan di tengah keberagaman Kota Salatiga: warganya sendiri.









Tinggalkan Balasan