SALATIGA | HARIAN7.COM – Malam tirakatan biasanya identik dengan doa bersama, sambutan, lalu makan-makan. Namun, warga RT 03 RW 09 Perumahan Griya Dukuh Asri, Salatiga, memilih cara berbeda merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Alih-alih sekadar duduk khidmat, warga justru dibuat sibuk bermain. Lapangan bola voli RT 03, Minggu (16/8/2026) malam, berubah menjadi arena permainan bernuansa pasar malam.
Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia tumplek blek menikmati fun game yang disiapkan Karang Taruna. Yang menarik, warga tak perlu merogoh kocek untuk ikut bermain.
Botol minuman bekas menjadi “mata uang” permainan.
Peserta cukup membawa dan menukarkan botol bekas dengan stick yang kemudian digunakan untuk mengikuti permainan.
Konsep sederhana itu membuat suasana perayaan kemerdekaan sekaligus menjadi ajang mengurangi sampah.
Botol-botol yang terkumpul selanjutnya dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak berakhir menjadi sampah yang berserakan di lingkungan perumahan.
Ketua RT 03 RW 09, Agus Purwanto, mengapresiasi gagasan Karang Taruna tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Karang Taruna yang telah membuat inovasi pada malam tirakatan kali ini. Kegiatan menjadi lebih meriah dan menarik. Yang lebih penting, kegiatan ini juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Agus.
Ketua Karang Taruna RT 03, Difa, mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari warga. Antusiasme bahkan tidak mengenal batas usia.
«“Kegiatan ini didukung oleh semua warga, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kami ingin malam tirakatan ini menjadi momentum kebersamaan yang menyenangkan dan bisa dinikmati oleh seluruh warga,” kata Difa.»
Tak hanya menawarkan permainan, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik. Warga yang beruntung berkesempatan membawa pulang hadiah dari permainan yang diikuti.
“Setiap yang beruntung dalam fun game akan mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Jadi, warga bisa bermain, bersenang-senang, sekaligus ikut menjaga lingkungan dengan mengumpulkan botol bekas,” tambahnya.
Sorak-sorai dan tawa pun terdengar dari lapangan. Suasana yang biasanya identik dengan acara seremonial berubah menjadi pesta kecil warga.
Namun, di balik keseruannya, ada pesan yang cukup serius: merayakan kemerdekaan tidak harus mahal, dan menjaga lingkungan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang rumit.
Cukup dengan botol bekas, permainan, hadiah, dan kemauan warga untuk berkumpul, sebuah malam tirakatan bisa berubah menjadi ruang interaksi lintas generasi.
Anak-anak mendapatkan hiburan, orang dewasa kembali bercengkerama, sementara para lansia ikut menikmati suasana. Pada saat yang sama, sampah botol minuman yang biasanya berakhir di tempat sampah justru mendapat “tiket” untuk berubah menjadi bagian dari permainan.
Malam tirakatan RT 03 RW 09 Griya Dukuh Asri akhirnya bukan sekadar seremoni menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menjadi contoh kecil bahwa semangat kemerdekaan di tingkat kampung bisa dirayakan dengan cara kreatif: bergembira bersama, mempererat guyub rukun, sekaligus mengajak warga lebih peduli terhadap lingkungan.









Tinggalkan Balasan