Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Rehabilitasi area kolam renang Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah menjadi buah bibir di kalangan warganet dan masyarakat. Pasalnya, di tengah kondisi fasilitas yang disebut-sebut sepi pengunjung, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) justru menggelontorkan anggaran ratusan juta rupiah untuk perbaikan.

Situasi ini memunculkan tanda tanya di ruang publik. Masyarakat mempertanyakan urgensi proyek tersebut, apakah perbaikan fasilitas ini benar-benar menjadi kebutuhan mendesak, atau justru berpotensi menjadi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)?

Sebagai ruang rekreasi dan fasilitas olahraga, kolam renang ini dinilai belum mampu menarik minat pengunjung secara optimal. Sebagian pihak menilai, sebelum melakukan pembenahan fisik, pemerintah semestinya melakukan kajian menyeluruh, mulai dari penyebab sepinya pengunjung, evaluasi tarif masuk, kualitas pelayanan, hingga strategi promosi.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan Harian7.com di lokasi proyek, saat ini pengerjaan sedang berlangsung. Namun, terdapat pemandangan yang cukup menarik perhatian. Di area kolam renang, hanya terlihat tiga orang pekerja yang sedang menggarap dinding keramik.

Selain minimnya jumlah pekerja, proses pengerjaan juga memicu pertanyaan. Para pekerja tampak mengelupas sebagian dinding keramik yang secara kasat mata masih terlihat bagus, untuk kemudian diganti dengan keramik yang baru.

Menanggapi sorotan publik dan temuan di lapangan, Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disdikpora Kabupaten Kudus, Widoro Heriyanto, memberikan klarifikasi. Saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (13/8/2026) pagi, Widoro membeberkan rincian dan alasan di balik rehabilitasi tersebut.

Menurutnya, perbaikan ini sangat berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Berikut adalah rincian fokus pengerjaan proyek: Atap kolam renang dinilai sudah usang dan rusak. Pengerjaan difokuskan pada penggantian penutup atapnya saja, tanpa membongkar rangka yang masih kokoh lalu keramik dinding bagian dalam dan luar kolam diganti karena dinilai sudah lama rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

Sementara itu, keramik dasar kolam tidak diganti karena kondisinya masih bagus. Posisi instalasi rumah pompa dinaikkan. Hal ini dilakukan karena saat musim hujan, area tersebut kerap mengalami korsleting listrik dan pembaruan cat di area kolam renang agar terlihat lebih segar.

Terkait sorotan mengenai jumlah pekerja di lapangan yang hanya tiga orang, Widoro memberikan penjelasan teknis.

“Sementara ini memang baru tiga orang dulu, karena kami masih menunggu pemesanan atap. Kemungkinan minggu depan atapnya baru datang, sehingga nantinya pekerjaan bisa dilakukan secara paralel dan menyesuaikan,” jelas Widoro.

Proyek rehabilitasi ini didanai oleh APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2026. Awalnya, pagu anggaran disiapkan sebesar Rp 400.000.000, dan setelah melalui proses, nilai kontrak yang disepakati adalah Rp 396.282.164.

Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga, yakni CV. Disya Utama Karya, dengan masa pelaksanaan kontrak selama 60 hari kalender.

Melalui pembenahan fasilitas ini, Widoro menaruh harapan besar agar sarana olahraga tersebut bisa kembali hidup. “Dengan adanya renovasi ini, kami berharap fasilitas menjadi lebih baik dan pengunjung merasa lebih nyaman serta aman saat berenang,” pungkasnya.