Laporan: Muhamad Nuraeni
JAMBI | HARIAN7.COM – Pemerintah daerah diminta tidak hanya sibuk mengejar investasi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengisi pekerjaan baru seiring perubahan struktur pasar kerja.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, salah satu bidang yang perlu mulai dipersiapkan daerah adalah pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs.
Menurut dia, transformasi dunia usaha, perkembangan teknologi, otomatisasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan akan melahirkan jenis pekerjaan baru dengan kebutuhan keterampilan yang berbeda dari pekerjaan konvensional.
“Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs,” ujar Afriansyah saat berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (10/8/2026).
Jangan tunggu pekerjaan baru muncul
Afriansyah menilai pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan potensi ekonomi dan usaha di wilayah masing-masing sejak awal.
Pemetaan tersebut penting agar program pendidikan dan pelatihan tidak berjalan tanpa arah, tetapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja serta sektor usaha yang berpotensi berkembang.
Dengan begitu, ketika investasi masuk dan aktivitas ekonomi tumbuh, daerah sudah memiliki calon tenaga kerja dengan keahlian yang dibutuhkan.
Sebaliknya, tanpa persiapan SDM, peluang investasi justru berpotensi tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat setempat karena kebutuhan tenaga kerja harus dipenuhi dari luar daerah.
Bukan hanya lulusan baru
Persiapan menghadapi perubahan pasar kerja, kata Afriansyah, juga tidak boleh hanya menyasar siswa atau lulusan baru.
Pekerja yang sudah berada di dunia profesional pun harus diberi kesempatan meningkatkan kemampuan (upskilling) maupun mempelajari keterampilan baru (reskilling).
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), lanjut dia, siap membantu melalui satuan pelayanan pelatihan yang berada di berbagai daerah.
Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun program pelatihan yang sesuai dengan karakter ekonomi lokal dan kebutuhan pekerjaan yang tersedia.
Perusahaan jangan cuma menunggu lulusan
Afriansyah juga meminta perusahaan terlibat langsung dalam penyusunan program pendidikan dan pelatihan.
Sebab, kesenjangan antara kemampuan lulusan dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan atau mismatch masih menjadi salah satu persoalan dalam penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, pemerintah daerah perlu mempertemukan dunia usaha dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match.
Skema tersebut dapat diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat sehingga pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan dunia profesional.
“Harapan kami seluruh perusahaan di daerah betul-betul bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga program link and match dengan SMA dan SMK sederajat dapat berjalan dengan baik,” kata Afriansyah.
Menurut dia, keterlibatan perusahaan penting agar peserta didik memahami standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Investasi harus diikuti kesiapan SDM
Afriansyah menambahkan, kesiapan tenaga kerja memiliki kaitan erat dengan investasi.
Masuknya penanam modal memang dapat membuka peluang ekonomi baru. Namun, manfaat investasi akan lebih besar apabila daerah memiliki tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan bidang usaha yang berkembang.
Oleh karena itu, pemetaan sektor ekonomi harus dilakukan sejak awal.
Hasil pemetaan dapat menjadi dasar pemerintah daerah menentukan jenis pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan, termasuk untuk mengantisipasi munculnya profesi baru akibat perkembangan teknologi, otomatisasi, serta penerapan praktik ramah lingkungan.
“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” tutur Afriansyah.









Tinggalkan Balasan